Selasa, 31 MARET 2026 • 14:21 WIB

Pedas! Harga Rica di Pasar Sentral Gorontalo Tembus Rp125 Ribu per Kg

Author

Harga rica di Kota Gorontalo alami lonjakan signifikan (Husnul Puhi)

GORONTALO – Gejolak harga pangan pasca-Lebaran 2026 mulai dirasakan masyarakat di Kota Gorontalo.

Komoditas cabai rawit atau rica mengalami lonjakan harga yang cukup signifikan di tingkat pedagang Pasar Sentral, Selasa, 31 Maret 2026.

Pantauan di lapangan menunjukkan harga rica merangkak naik hingga menyentuh angka Rp110.000 sampai Rp120.000 per kilogram. 

Baca juga: Nasib PPPK di Kota Gorontalo Aman, Ini Syaratnya

Kenaikan ini terjadi hanya dalam kurun waktu singkat setelah masa hari raya usai.

Pasokan Terbatas Jadi Pemicu Utama

Vivi Eksan, salah satu pedagang di Pasar Sentral, mengungkapkan bahwa harga rica yang ditawarkannya bervariasi tergantung pada kondisi fisik komoditas tersebut.

Untuk rica dengan tangkai, harga berada di kisaran Rp110.000 hingga Rp120.000. 

Baca juga: MenHAM Natalius Pigai Kunjungi Gorontalo, Disambut Adat Mopotilolo

"Harga itu belum yang dipetik tangkainya, kalau yang sudah dipetik, bisa sampai Rp125 ribu," jelas Vivi saat ditemui di lapak dagangannya.

Padahal, menurut Vivi, sebelum Lebaran harga rica masih tergolong stabil di kisaran Rp75.000 hingga Rp80.000 per kilogram. 

Lonjakan ini dipicu oleh ketimpangan antara tingginya permintaan pasar dengan stok dari petani yang masih sangat terbatas.

Baca juga: BMKG Rilis Prospek Cuaca 31 Maret-6 April 2026: Gorontalo Masuk Zona Waspada Hujan Lebat

Masyarakat dinilai masih memiliki antusiasme tinggi untuk mengonsumsi makanan khas pasca-lebaran, sementara pasokan belum pulih sepenuhnya.

Hal senada diutarakan oleh Pipin, pedagang lainnya di pasar yang sama. 

Ia menyebut harga belum menunjukkan tanda-tanda akan melandai dalam waktu dekat. 

"Padahal ini sudah Lebaran, tapi mungkin karena permintaan yang masih banyak," ujar Pipin singkat.

Siasat Pembeli: Turunkan Volume Belanja

Tingginya harga komoditas utama dapur ini memaksa konsumen untuk mengubah pola belanja mereka. 

Jika sebelumnya warga mampu membeli dalam jumlah besar, kini mereka lebih memilih sistem eceran untuk menekan pengeluaran.

Bobby, seorang pembeli di Pasar Sentral, mengaku harus realistis dengan kondisi dompetnya. 

Ia terpaksa memangkas jumlah belanjaan rica yang biasanya mencapai satu kilogram.

"Biasanya saya beli itu setengah kilo sampai satu kilo, cuman karena harganya naik, jadi saya cuma beli ecer Rp50 ribu," ungkap Bobby.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Berinti.id

Author
TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU