GORONTALO – Persiapan pengamanan menyambut arus mudik dan perayaan Idulfitri 1447 Hijriah di wilayah Kabupaten Gorontalo mulai dimatangkan.
Sebanyak sembilan titik pos strategis telah ditetapkan untuk menjamin kenyamanan warga dalam operasi kemanusiaan terpadu yang melibatkan kolaborasi Polri, TNI, dan jajaran Pemerintah Daerah.
Peta kekuatan infrastruktur pengamanan ini dibahas secara mendalam dalam Rapat Koordinasi (Rakor) Lintas Sektoral di Limboto, Selasa, 10 Maret 2026).
Baca juga: Cegah Stunting Lewat Literasi Rupiah: Inovasi Unik Pemkab Gorontalo dan Bank Indonesia
Fokus utama petugas akan tertuju pada titik rawan kemacetan, pusat keramaian, hingga pintu masuk utama transportasi udara.
"Kami ingin memastikan bahwa kehadiran petugas di titik-titik ini dapat memberikan rasa aman bagi masyarakat, baik saat arus mudik, pelaksanaan salat Ied, hingga perayaan Lebaran Ketupat nanti," ujar Kapolres Gorontalo, AKBP Ki Ide Bagus Tri.
Titik Pelayanan dan Pengamanan Terpadu
Sembilan pos tersebut tersebar di lokasi-lokasi krusial, mulai dari Pos Pelayanan dan Pengamanan di wilayah Telaga, Tibawa, Parungi, dan Bongomeme, hingga kawasan ikonik Menara Limboto.
Baca juga: 376.529 Kasus Kekerasan Terhadap Perempuan Terjadi di 2025, Rekor Tertinggi dalam 1 Dekade
Selain itu, otoritas juga menyiagakan Pos Terpadu di Bandara Djalaluddin yang didukung penuh oleh Satgas Ops serta Posko Utama.
Pemkab Beri Dukungan Operasional Penuh
Sekretaris Daerah Kabupaten Gorontalo, Sugondo Makmur, memastikan bahwa seluruh jajaran Organisasi Perangkat Daerah (OPD) siap memberikan sokongan teknis di lapangan sesuai instruksi Bupati.
Sinergi ini diharapkan dapat memaksimalkan pelayanan kepada masyarakat yang sedang merayakan hari raya.
Baca juga: Pemkab Gorontalo dan DPRD Matangkan Ranperda Penataan OPD
"Pemerintah Daerah siap bergerak di bawah arahan bupati untuk mendukung penuh operasional di lapangan," tegas Sugondo.
Atensi Khusus Lebaran Ketupat
Selain pengamanan mudik, forum ini memberikan perhatian ekstra terhadap tradisi Lebaran Ketupat. Perayaan khas lokal ini diprediksi akan memicu pergerakan massa dalam skala besar di wilayah Gorontalo.
Melalui koordinasi lintas sektor ini, diharapkan gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas) dapat ditekan, sekaligus memastikan arus lalu lintas tetap terkendali di tengah tingginya mobilitas warga.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Pemkab Gorontalo