GORONTALO – Pemerintah Kabupaten Gorontalo memperkenalkan strategi yang tidak biasa dalam memerangi masalah gizi buruk.
Ada dua program baru yang diluncurkan yakni LEBEGACOR (Literasi Bersama Gerakan Cegah Stunting dan Cinta Rupiah) dan GENTING (Gerakan Orang Tua Asuh Cegah Stunting).
Melalui dua program ini, pemerintah daerah mencoba membedah masalah stunting dari sisi manajemen ekonomi keluarga.
Baca juga: 376.529 Kasus Kekerasan Terhadap Perempuan Terjadi di 2025, Rekor Tertinggi dalam 1 Dekade
Inovasi ini digagas melalui kolaborasi erat dengan Bank Indonesia (BI) dan BKKBN Provinsi Gorontalo.
Wakil Bupati Gorontalo, Tonny S. Junus, saat memberikan sambutan dalam peluncuram program ini menekankan bahwa pemenuhan gizi sering kali terkendala bukan hanya karena faktor ekonomi, melainkan minimnya literasi keuangan.
Lewat LEBEGACOR, warga diajak untuk lebih bijak dalam membelanjakan Rupiah mereka demi prioritas kesehatan anak.
Baca juga: Pemkab Gorontalo dan DPRD Matangkan Ranperda Penataan OPD
“Melalui literasi keuangan yang baik, keluarga dapat mengatur pengeluaran secara terencana sehingga mampu memenuhi kebutuhan gizi anak dan mencegah stunting sejak dini,” jelas Tonny.
Selain edukasi finansial, Tonny juga meluncurkan gerakan GENTING. Program ini merupakan aksi nyata dalam mengajak elemen masyarakat yang lebih mampu menjadi orang tua asuh bagi 15.289 keluarga yang teridentifikasi berisiko stunting di Kabupaten Gorontalo.
Meskipun angka stunting telah turun menjadi 28,2 persen pada 2025, angka ini masih menjadi PR besar karena melampaui rata-rata nasional.
Baca juga: Pesan Wabup Gorontalo di Dungaliyo Competition 2026
“Program ini bukan sekadar kegiatan seremonial, tetapi sebuah gerakan bersama yang mengajak seluruh elemen masyarakat untuk ikut menjadi orang tua asuh,” tambah Tonny.
Sinergi antara Pemkab Gorontalo, Bank Indonesia, dan Pemerintah Provinsi Gorontalo ini mendapat apresiasi luas.
Selain peluncuran program, kegiatan ini diwarnai dengan pembagian paket nutrisi kepada keluarga berisiko di Kecamatan Limboto sebagai stimulan awal.
Tonny meyakini bahwa persatuan antara literasi keuangan, kepedulian sosial, dan intervensi gizi akan menjadi kunci lahirnya generasi berkualitas.
“Gerakan ini adalah bukti bahwa ketika pemerintah, lembaga, dan masyarakat bersatu, kita dapat melindungi masa depan anak-anak Gorontalo,” pungkasnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Liputan