Selasa, 03 MARET 2026 • 09:15 WIB

BMKG: Gerhana Bulan Total Sapa Indonesia Malam Ini, Catat Waktunya

Author

Gerhana Bulan Total sapa langit Indonesia malam ini (BMKG)

GORONTALO – Fenomena Gerhana Bulan Total menakjubkan siap memanjakan mata masyarakat Indonesia pada Selasa malam, 3 Maret 2026.

BMKG memastikan fenomena astronomi ini dapat diamati secara langsung dari berbagai penjuru tanah air.

Deputi Bidang Geofisika BMKG, Nelly Florida Riama, menjelaskan bahwa peristiwa ini terjadi saat Matahari, Bumi, dan Bulan berada dalam satu garis sejajar pada fase bulan purnama.

Baca juga: Pemkab Gorontalo Siapkan Rp27 Miliar untuk THR ASN Tahun Ini

“Hal ini membuat bulan masuk sepenuhnya ke dalam bayangan inti (umbra) bumi. Fenomena ini menyajikan pemandangan yang indah. Jika langit cerah, Bulan akan terlihat berwarna merah saat puncak gerhana terjadi,” terang Nelly di Jakarta.

Rahasia Dibalik Bulan Merah

Jika kondisi cuaca mendukung, masyarakat akan melihat bulan berubah warna menjadi kemerahan. 

Hal ini disebabkan oleh hamburan Rayleigh di atmosfer bumi, cahaya matahari dibiaskan sehingga menyisakan spektrum warna merah yang mencapai permukaan Bulan.

Baca juga: Apa Itu Cap Go Meh? Mengenal Sejarah, Makna, dan Tradisinya

Secara teknis, total durasi gerhana dari awal hingga akhir mencapai 5 jam 41 menit 51 detik. 

Namun, fase puncak atau totalitas saat Bulan benar-benar tertutup bayangan umbra akan berlangsung selama 59 menit 27 detik.

Waktu Pengamatan di Seluruh Indonesia

Plt. Direktur Seismologi Teknik, Geofisika Potensial, dan Tanda Waktu, Fachri Radjab, memaparkan bahwa puncak gerhana akan terjadi pada waktu yang berbeda di setiap zona waktu Indonesia:

Baca juga: Buka Kepagian, Kursi hingga Piring Rumah Makan di Kota Gorontalo Disita Satpol PP

  • Pukul 18.33.39 WIB (Barat)
  • Pukul 19.33.39 WITA (Tengah)
  • Pukul 20.33.39 WIT (Timur)

Wilayah Timur Indonesia disebut memiliki pandangan lebih baik karena dapat mengamati proses gerhana sejak awal saat Bulan terbit. 

Sementara di wilayah Barat, gerhana kemungkinan sudah dalam fase puncak sesaat setelah Bulan muncul di ufuk timur.

“Fenomena ini akan benar-benar berakhir sepenuhnya pada pukul 21.24 WIB (atau tengah malam di wilayah WIT) saat bulan keluar dari bayangan penumbra bumi," katanya.

"Masyarakat diimbau untuk mencari lokasi pengamatan yang minim polusi cahaya dan memiliki pandangan langit yang cerah ke arah terbitnya bulan,” ujarnya.

Kesempatan Langka di Tahun 2026

Gerhana Bulan Total malam ini merupakan satu-satunya gerhana bulan yang dapat diamati dari Indonesia sepanjang tahun 2026. 

Secara astronomis, fenomena ini adalah bagian dari seri Saros 133 yang sebelumnya pernah terjadi pada tahun 2008 dan diprediksi akan kembali berulang pada 2044 mendatang.

Masyarakat disarankan untuk tetap memantau informasi cuaca terkini dari BMKG agar dapat menentukan lokasi pengamatan terbaik malam ini.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: BMKG

Author
TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU