Rabu, 28 JANUARI 2026 • 08:41 WIB

Provinsi Gorontalo Masuk 10 Daerah dengan Inflasi Terendah Nasional

Author

Ilustrasi inflasi (Istimewa)

GORONTALOProvinsi Gorontalo menutup kalender 2025 dengan rapor ekonomi yang cukup impresif.

Melansir data Rapat Koordinasi Pengendalian Inflasi Daerah bersama Mendagri pada Selasa, 27 Januari 2026 kemarin, Gorontalo sukses mengunci angka inflasi tahunan (year on year) di level 2,52 persen.

Capaian ini membawa Provinsi Gorontalo bertengger dalam daftar 10 provinsi dengan tingkat inflasi paling rendah se-Indonesia. 

Baca juga: UMKM Gorontalo Bidik Peluang Makan Bergizi Gratis Saat Ramadan

Angka tersebut juga masih berada di bawah rata-rata inflasi nasional yang menyentuh 2,92 persen.

Tren Bulanan dan Pantauan Wilayah

Kendati inflasi tahunan terjaga, tantangan muncul pada fluktuasi harga bulanan (month to month). 

Inflasi bulanan Gorontalo tercatat di angka 0,88 persen, sedikit melampaui rata-rata nasional yang berada di level 0,64 persen.

Baca juga: 11 KM Menuju Kudeta: Perjalanan Senyap Gorontalo Mengusir Belanda

Pergerakan harga ini dipicu oleh dua titik pantauan utama yakni Kabupaten Gorontalo dengan Inflasi bulanan 0,99% (2,54% yoy), dan Kota Gorontalo dengan Inflasi bulanan 0,73% (2,50% yoy).

Komoditas Pemicu dan Kabar Baik di Awal 2026

Hingga saat ini, komoditas seperti beras, ikan segar, dan emas perhiasan masih diidentifikasi sebagai motor utama pendorong kenaikan harga tahunan.

Namun, memasuki pekan keempat Januari 2026, angin segar mulai berembus dari pasar-pasar lokal. 

Indeks Perkembangan Harga (IPH) Provinsi Gorontalo menunjukkan tren deflasi atau penurunan harga yang signifikan sebesar -2,66. 

Hal ini mengindikasikan bahwa stabilitas harga bahan pokok di tingkat pedagang mulai kembali normal di awal tahun ini.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Pemprov Gorontalo

Author
TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU