Selasa, 09 DESEMBER 2025 • 11:03 WIB

Fakta-fakta di Balik Insiden Penikaman di Pasar Sentral Kota Gorontalo: Dendam Lama Bertemu Kesempatan

Author

Kolase foto tangkapan laya video insiden penikaman di Pasar Sentral Kota Gorontalo (Istimewa)

GORONTALOPasar Sentral Kota Gorontalo baru-baru ini menuai sorotan publik. Tempat yang sejatinya menjadi ruang bersosialisasi, berekspresi, dan berkreasi, menjadi ruang kepanikan.

Malam Minggu kemarin, sebuah penganiayaan terjadi secara tiba-tiba. Korban dalam insiden ini sorang pria, yang dianiaya dua pelaku. Salah satunya menggunakan senjata tajam

Insiden ini terjadi di hadapan ribuan pasang mata yang memadati kawasan kuliner Pasar Sentral Kota Gorontalo.

Baca juga: Adhan Dambea Minta Maaf dan Ungkap Akar Masalah Penikaman di Pasar Sentral Kota Gorontalo: Dendam Pilkada

Di antara ribuan pasang mata menyaksikan insiden ini, ada Wali Kota Gorontalo, Adhan Dambea, dan Wakil Wali Kota Gorontalo, Indra Gobel.

Pelaku seakan buta mata ketika terus-terusan menganiaya korban di depan mata orang nomor satu di Kota Gorontalo.

Pelaku Sama-sama Berinisial AR

Kasus ini tengah ditangani kepolisian. Dari keterangan polisi terungkap bahwa kedua pelaku sama-sama berinisial AR. Satu di antaranya langsung menyerahkan diri ke polisi setelah kejadian.

Baca juga: Pasar Sentral Kota Gorontalo Tetap Aman Jadi Tempat Nongkrong Usai Insiden Malam Minggu

"Kami menetapkan dua tersangka, keduanya sama-sama berinisial AR," kata Kapolresta Gorontalo Kota, Kombes Pol Suryono.

Dipicu Dendam Lama 

Usai kejadian ini viral di media sosial, publik jadi bertanya-tanya apa pemicu masalah ini. Salah satu unggahan netizen menjadi jawaban atas pertanyaan itu.

Unggahan itu berupa tangkapan layar status korban yang diduga mengancam salah satu pelaku. Pelaku kemudian membagikan ulang unggahan tersebut. 

Baca juga: Dua Pelaku Insiden Penikaman di Pasar Sentral Kota Gorontalo Jadi Tersangka, Sama-sama Berinisial AR

Terlepas dari benar tidaknya hal itu, polisi mengungkapkan bahwa peristiwa ini memang benar dilatarbelakangi dendam lama seperti yang beredar luas di media sosial.

"Dari hasil pemeriksaan, kejadian ini dipicu dendam lama terhadap yang dilakukan korban dan beredar di medsos," kata Suryono.

Dendam Lama Bertemu Kesempatan

Malam Minggu kemarin mungkin bukan malam baik bagi korban. Di tengan nikmat bersantai, korbam malah bertemu pelaku.

Pelaku yang sudah menyimpan dendam berlapis langsung melampiaskannya malam itu juga. Senjata tajam pelaku melayang, korban tersungkur.

"Saat bertemu di lokasi, tidak banyak bicara, terduga pelaku langsung melakukan penganiayaan," ujar Suryono.

Penjelasan polisi sejalan dengan penyampaian Adhan Dambea. Adhan bilang keduanya tidak sengaja bertemu di lokasi sebelum penganiayaan terjadi.

"Kebetulan mereka bertemu di Sentral. Pelaku menegur, korban menjawab, lalu terjadi penyerangan," kata Adhan.

Dendam Lama Pilkada

Dari keterangan Adhan dendam lama pelaku terungkap. Ternyata, keduanya berselisih paham karena pilihan di Pilkada. Korban juga sempat mengatai Adhan punya utang.

"Masalah ini sudah lama, sekitar satu tahun lalu saat Pilkada. Korban pernah menyebut pelaku dalam postingan media sosial dengan nama hewan," ujar Adhan. 

"Dia juga sempat menyebut saya punya utang. Itu yang jadi sumber masalah," sambungnya.

Wali Kota dan Wakil Wali Kota Bakal Diperiksa

Saat ini kedua pelaku telah ditetapkan sebagai tersangka dan ditahan. Polisi telah memeriksa tujuh orang saksi.

Untuk pengembangan kasus kni, polisi juga berencana memeriksa Adhan Dambea dan Indra Gobel.

"Saat itu ada Wali Kota dan Wakil Walikota dan beberapa orang yang lagi ngopi di lokasi menyaksikan kejadian tersebut, ke depan rencananya akan kita periksa sebagai saksi atas kejadian tersebut," kata Suryono.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Liputan

Author
TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU