GORONTALO – Suasana akhir pekan di Pasar Sentral Kota Gorontalo mendadak mencekam pada Sabtu malam, 6 Desember 2025.
Sebuah insiden kekerasan yang dipicu oleh perselisihan dunia maya berujung pada penganiayaan di dunia nyata.
Pihak kepolisian bergerak cepat menangani kasus yang terjadi di hadapan Wali Kota Gorontalo, Adhan Dambea.
Baca juga: Dua Pelaku Insiden Penikaman di Pasar Sentral Kota Gorontalo Jadi Tersangka, Sama-sama Berinisial AR
Satuan Reserse Kriminal Polresta Gorontalo Kota kini telah menahan dua orang pria yang bertanggung jawab atas aksi main hakim sendiri tersebut.
Uniknya, kedua tersangka memiliki kesamaan inisial nama.
Kapolresta Gorontalo Kota, Kombes Pol Suryono, mengonfirmasi status hukum kedua pelaku pada Senin, 8 Desember 2025.
Baca juga: Insiden Penikaman di Pasar Sentral Kota Gorontalo, Korban Diserang di Hadapan Wali Kota
"Kami sudah menetapkan dua orang tersangka, dan keduanya berinisial AR," tegas Suryono kepada awak media.
Berdasarkan penyelidikan awal, motif di balik peristiwa ini bukanlah masalah sepele yang muncul tiba-tiba.
Terdapat api dendam lama yang tersimpan antara pelaku utama dan korban.
Baca juga: Prakiraan Cuaca Gorontalo 8–11 Desember 2025: Antisipasi Hujan Intensitas Sedang
Emosi pelaku memuncak setelah melihat sebuah unggahan di media sosial yang dianggap menyerang harga dirinya.
Ketika takdir mempertemukan mereka di keramaian pasar, tanpa basa-basi, serangan fisik pun terjadi.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Wawancara