GORONTALO – Suasana di Masjid Agung Baiturrahman Limboto terasa jauh lebih hening dan menggetarkan hati pada Jumat, 28 November 2025.
Untuk pertama kalinya dalam sejarah Pemerintah Kabupaten Gorontalo, pelantikan Pejabat Tinggi Pratama (Eselon II) tidak digelar di gedung pemerintahan yang megah, melainkan di bawah kubah masjid, di hadapan mimbar tempat nama Tuhan diagungkan.
Bupati Gorontalo, Sofyan Puhi bersama Wakil Bupati Tonny S. Junus menghadirkan pendekatan yang menyentuh relung batin para birokrat.
Baca juga: Nuansa Adat dan Selendang Karawo sambut Menkumham di Gorontalo
Di tengah ratusan ASN yang mengikuti agenda Navigasi Iman, sebuah pemandangan tak biasa tersaji, bentangan kain kafan putih.
Kehadirannya bukan untuk menebar ketakutan, melainkan sebagai cermin bagi siapa saja yang masih bernapas.
"Inilah pakaian terakhir yang akan menemani kita di alam kubur nanti," kata Sofyan sembari mengingatkan bahwa jabatan hanyalah titipan sementara yang kelak akan ditinggalkan.
Baca juga: Ratusan ASN Kota Gorontalo Kedapatan Bolos Kerja, Langsung dapat SP1
Satu Pejabat, Satu Al-Qur'an
Kekhusyukan memuncak saat prosesi pengambilan sumpah. Tujuh pejabat yang mengenakan setelan serba hitam tidak disumpah secara massal dengan satu kitab.
Masing-masing dari mereka menjunjung satu Al-Qur’an di atas kepala. Ini menjadi simbol bahwa pertanggungjawaban amanah yang mereka emban bersifat personal dan langsung berurusan dengan Sang Pencipta.
Ketujuh pejabat yang mengucap janji suci tersebut adalah:
Risman K. Umar (Kepala Dinas PUPR)
Dr. Abd. Waris (Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan)
Endi Tiyanto Manyoe (Kepala Dinas Peternakan dan Keswan)
Fany H. Salamanya (Kepala Dinas Kepemudaan, Olahraga, dan Pariwisata)
Afriyani Katili (Kepala Dinas Sosial)
Dr. Bambang Supriyanto (Staf Ahli Bupati Bidang Kemasyarakatan dan SDM)
Dr. Jurni Biahimo (Staf Ahli Bupati Bidang Ekonomi, Keuangan, dan Pembangunan)
Prosesi yang diakhiri dengan penandatanganan pakta integritas di hadapan Sekretaris Daerah dan Ketua TP PKK ini menjadi momen refleksi mendalam.
Pelantikan di rumah ibadah ini diharapkan bukan sekadar seremonial, melainkan pengikat hati agar para pejabat senantiasa bekerja dalam koridor kejujuran, mengingat sumpah mereka disaksikan langsung di rumah Allah.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Pemkab Gorontalo