GORONTALO – Nuansa adat yang kental langsung menyelimuti area VIP Bandara Djalaludin, Gorontalo, pada Jumat pagi, 28 November 2025.
Tepat pukul 07.30 WITA, Menteri Hukum dan HAM (Menkumham) RI, Supratman Andi Agtas, menginjakkan kaki untuk pertama kalinya di tanah yang dijuluki Bumi Serambi Madinah ini.
Kedatangannya disambut hangat oleh Gubernur Gorontalo, Gusnar Ismail, dengan simbol persaudaraan berupa pengalungan selendang sulaman khas daerah, Karawo.
Baca juga: Dompet Aman, Pertemanan Nyaman: 5 Jurus Elegan Menolak Teman Pinjam Uang
Sekilas Tentang Karawo
Selendang yang menyambut Menkumham tersebut bukan kain sembarangan.
Karawo, yang berasal dari bahasa daerah berarti irisan" atau berlubang, adalah wujud nyata dari kesabaran dan ketelatenan tangan-tangan terampil perempuan Gorontalo.
Proses pembuatannya menuntut ketelitian tingkat tinggi. Serat benang dicabut satu per satu dari kain dasar untuk kemudian disulam kembali (kerawang) membentuk motif-motif indah yang rumit.
Baca juga: Ratusan ASN Kota Gorontalo Kedapatan Bolos Kerja, Langsung dapat SP1
Simbol Penghormatan Tertinggi
Pengalungan Karawo ini menjadi simbol penghormatan tertinggi, menyiratkan bahwa tamu yang datang adalah sosok yang dimuliakan lewat kehalusan budi dan karya.
Lebih dari sekadar kunjungan kerja, kehadiran Supratman ditandai dengan prosesi sakral Mopotilolo.
Ini adalah upacara adat tertinggi bagi para pejabat negara yang baru pertama kali berkunjung, sebuah tanda bahwa sang tamu telah mendapatkan lampu hijau dan restu penuh dari masyarakat setempat untuk bertugas.
Baca juga: Yang Janggal di Balik Pemecatan Dosen UMGO, Bisa Jadi Catatan PP Muhammadiyah
Nuansa adat makin kental lagi dengan iringan genderang adat dan tarian perang Longgo yang dimainkan saat rombongan bergerak masuk.
Para pemangku adat U Duluwo Limo Lo Pohalaa memandu jalannya ritual dengan teliti.
Rangkaian dimulai dari mopolahu to utaeya (persilakan turun kendaraan), diikuti langkah mopodiyambango, hingga menapaki tangga adat dalam tahapan mopotilo.
Di dalam ruang VIP, prosesi berlanjut ke tahap mopohulo’o atau mempersilakan duduk.
Kehangatan tuan rumah disimbolkan melalui mopodungga lo tilolo, yakni penyajian sekapur sirih, dan diakhiri dengan modua, doa bersama untuk keselamatan.
Dengan selesainya seluruh tahapan hingga mongabi, Menkumham Supratman kini secara sah dianggap sebagai bagian dari keluarga besar masyarakat Gorontalo.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Pemprov Gorontalo