Selasa, 07 OKTOBER 2025 • 15:49 WIB

Dua Dekade Mengabdi, Pria Tunarungu di Gorontalo Resmi Jadi PPPK

Author

Setelah 20 tahun mengabdi, Sofyan Jusuf akhirnya terangkat PPPK (HO/Husnul Puhi)

GORONTALO – Setelah dua puluh tahun bekerja dengan penuh kesetiaan di SDN 6 Kota Barat, Kota Gorontalo, perjuangan seorang pria tunarungu bernama Sofyan Jusuf akhirnya berbuah manis. 

Ia kini resmi diangkat sebagai Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) Paruh Waktu oleh Pemerintah Kota Gorontalo.

Perjalanan Sofyan dimulai sejak tahun 2005. Saat itu, ia hanyalah buruh bangunan yang membantu merenovasi sekolah. 

Baca juga: BPKP Soroti 20 Permasalahan di RSUD Aloei Saboe, Adhan Minta Pembenahan Total

Melihat ketekunan dan tanggung jawabnya, kepala sekolah kala itu mempercayakan posisi penjaga sekaligus petugas kebersihan kepadanya. 

Sejak saat itu, ia tak pernah meninggalkan sekolah yang telah menjadi rumah keduanya.

Meski hidup dengan keterbatasan pendengaran, Sofyan tidak pernah menjadikannya penghalang. 

Baca juga: BPBD Gorontalo Imbau Warga Waspadai Cuaca Ekstrem hingga Awal Tahun 2026

Setiap pagi ia datang lebih awal untuk menyapu halaman, membersihkan ruang kelas, hingga menata taman sekolah agar tetap rapi dan indah.

“Awalnya itu saya hanya buruh bangunan di sini, saat itu tahun 2005, dan kebetulan ada kepala sekolah yang mengangkat saya untuk bersih-bersih di sini,” kata Sofyan saat ditemui di sekolah, Selasa, 7 Oktober 2025.

Pada tahun-tahun awal, pengabdiannya dibalas dengan gaji hanya Rp150 ribu per bulan. 

Baca juga: BSG Sosialisasikan Aplikasi Kasda Non-Tunai Versi Terbaru untuk Desa di Kabupaten Gorontalo

Meski jauh dari cukup, ia tidak pernah mengeluh. Ia bekerja bukan semata karena uang, tetapi karena rasa tanggung jawab dan kecintaannya terhadap sekolah.

“Yang penting saya bisa kerja dan sekolah tetap bersih. Bagi saya, gaji seperti itu sudah cukup untuk kebutuhan saya sendiri,” tulis Sofyan saat menjawab pertanyaan lewat tulisan.

Kini, pengabdiannya yang panjang akhirnya diakui negara. Ia resmi diangkat sebagai PPPK Paruh Waktu, sebuah capaian yang menjadi simbol penghargaan atas ketulusan dan dedikasinya.

Meski belum menerima SK resmi dan belum dilantik, Sofyan tetap menjalani rutinitas seperti biasa. 

Ia datang paling pagi, pulang paling sore, dan memastikan setiap sudut sekolah bersih seperti dua dekade sebelumnya.

Sofyan hidup sederhana. Ia tinggal seorang diri di ruang kecil di area sekolah dan hanya pulang ke rumah keluarganya di Telaga Biru saat akhir pekan. 

Sepeda tuanya menjadi teman setia yang menemaninya pulang-pergi.

Bagi para guru di SDN 6 Kota Barat, Sofyan bukan sekadar penjaga sekolah, melainkan simbol ketulusan yang menginspirasi. 

Ia mungkin tak bisa mendengar tawa anak-anak yang ia jaga setiap hari, tetapi ia bisa merasakannya dengan hati.

“Alhamdulillah, saya sangat bersyukur telah terangkat PPPK. Gaji alhamdulillah sudah bertambah dan beban hidup sudah mulai ringan,” ujarnya menutup wawancara.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Liputan

Author
TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU