Selasa, 19 AGUSTUS 2025 • 13:37 WIB

Bangganya Oman Ali Bawakan Teks UUD 1945 di Upacara HUT RI ke-80 Khusus Penyandang Disabilitas di Gorontalo

Author

Tangkapan layar video Oman Ali, penyandang disabilitas tuna netra bawakan teks UUD 1945 di upacara HUT RI ke-80 (Istimewa)

GORONTALO - Suasana upacara HUT RI ke-80 yang diselenggarakan oleh Yayasan Putra Mandiri terasa berbeda tahun ini.

Upacara yang dikhususkan bagi penyandang disabilitas itu memberikan ruang istimewa bagi mereka untuk ikut serta secara aktif dalam peringatan kemerdekaan.

Salah satu momen yang paling berkesan adalah ketika Oman Ali, seorang penyandang disabilitas tuna netra dipercaya membacakan teks Undang-Undang Dasar Negara Kesatuan Republik Indonesia 1945 di hadapan peserta upacara.

Baca juga: Penyandang Disabilitas di Gorontalo Suarakan Kesetaraan di Momen HUT RI ke-80

Bagi Oman Ali, pengalaman itu menjadi sesuatu yang tidak akan pernah terlupakan. Oman bercerita, ia sudah bersiap sejak pukul 04.00 dini hari. Sebelum berangkat ke lokasi upacara Oman lebih salat Shubuh.

“Saya bangga sekali, sangat senang. Saya bangun pukul 4 pagi, langsung mandi, kemudian salat Shubuh, terus langsung ke sini," ujarnya.

Momen ini memang ditunggu-tunggu Oman. Selama ini, setiap tanggal 17 Agustus ia hanya berdiam diri di rumah.

Baca juga: Kabupaten Gorontalo Terancam Krisis Air Baku, Ini Penyebabnya

"Iya [sudah ditunggu-tunggu] karena baru kali ini saya mengikuti upacara 17 Agustus. Kalau di rumah kan, saya cuma diam-diam saja," ungkapnya.

Karena baru pertama kali dan langsung diberi tugas mulia, Oman mengaku sangat gugup. Namun, karena kegigihannya menghafalkan teks UUD 1945, tugas itu terselesaikan dengan baik.

"Makanya kali ini saya sangat senang. Waktu itu dada saya begitu berdebar. Tegang sekali saya," sambungnya.

Baca juga: Bendera Merah Putih Raksasa Membentang di Pantai Oluhuta Paradise Bone Bolango

Kebanggaan Oman Ali bukan hanya miliknya sendiri, tetapi juga dirasakan oleh seluruh peserta dan panitia.

Kepercayaan yang diberikan kepadanya menjadi simbol bahwa penyandang disabilitas juga memiliki hak dan kesempatan yang sama untuk tampil serta berperan dalam perayaan nasional.

Sementara itu, Ketua Yayasan Putra Mandiri Gorontalo, Raden Sahi menegaskan bahwa kegiatan ini memang dirancang untuk menghadirkan makna yang lebih mendalam pada peringatan HUT RI.

Ia sangat mengapresiasi antusiasme penyandang disabilitas binaannya mengikuti upacara ini. "Mereka sangat antusias," ungkapnya.

Di momen bersejarah ini, Raden berharap pentingnya implementasi regulasi, baik undang-undang maupun peraturan daerah, agar hak penyandang disabilitas benar-benar terlindungi.

“Contohnya dalam Undang-Undang Nomor 8 tahun 2016, ada 22 hak yang dijamin, mulai dari pendidikan hingga kesehatan. Sayangnya, banyak yang belum berjalan dengan baik. Kalau dijalankan dengan benar, pasti mereka akan lebih sejahtera,” pungkasnya.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Liputan

Author
TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU