GORONTALO — Pelaksanaan PENAS Petani Nelayan XVII Tahun 2026 di Gorontalo berdampak positif terhadap perekonomian masyarakat Kabupaten Gorontalo.
Selama kegiatan ini berlangsung, transaksi pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di berbagai titik lokasi tercatat mencapai puluhan hingga ratusan juta rupiah.
Tingginya aktivitas ekonomi tersebut terlihat dari meningkatnya jumlah pengunjung dan transaksi pada sentra kuliner yang ada.
Baca juga: Transaksi UMKM Tembus Rp290,8 Juta, Bupati Sofyan Puhi Puji Dampak Ekonomi PENAS XVII
Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian Kabupaten Gorontalo, Viktor Asiku, membeberkan peta sebaran modal yang berputar di beberapa titik strategis.
Kawasan UMKM di lingkungan Kantor Bupati Gorontalo yang diikuti 41 tenant tercatat berhasil mencetak nilai penjualan sebesar Rp55.843.000.
Sementara itu, 33 lapak kopi yang berjejer rapi di area depan Kantor Bupati sukses membukukan total transaksi mencapai Rp16.405.000.
Baca juga: Wabup Gorontalo Titip Pesan Strategis untuk Pengurus Baru Percasi dan Atlet Catur
Bergerak ke kawasan Taman Budaya, delapan lapak kopi di sana mengantongi omzet Rp5.700.000 dan delapan tenant UMKM lainnya menyentuh Rp13.418.500.
Tidak kalah saing, Kampung Kuliner yang diisi oleh 10 lapak dagangan mampu mendulang pemasukan bersih sebesar Rp24.350.000.
Sektor informal seperti pedagang kecil berjumlah 47 orang di depan Masjid Agung dan Taman Budaya sukses meraup untung Rp65.350.000.
Baca juga: 6 Kebiasaan Hebat Orang Tua untuk Mencetak Anak Berhati Mulia
Adapun 42 tenant yang menempati kawasan taman persis di depan Rumah Dinas Bupati berhasil membukukan nilai transaksi Rp54.355.000.
Pada lokasi lainnya, PASMOLIM Coffee Corner yang diramaikan oleh 15 tenant berhasil mencatatkan angka penjualan sebesar Rp7.201.000.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Pemkab Gorontalo