Provinsi Gorontalo masuk daerah inovasi 2025 (Humas Pemprov Gorontalo)
GORONTALO – Sebuah capaian membanggakan ditorehkan Pemerintah Provinsi Gorontalo dalam kancah pembangunan inovasi nasional.
Setelah sebelumnya menyandang predikat kurang inovatif pada tahun 2024, kini Gorontalo resmi masuk ke dalam kategori Daerah Inovatif 2025.
Hal itu berdasarkan Keputusan Menteri Dalam Negeri Nomor 400.10.11 – 6097 Tahun 2025.
Baca juga: Mudik Lebaran 2026: Maskapai dan PELNI Tebar Diskon Tiket untuk Warga Gorontalo
Transformasi ini merupakan buah manis dari komitmen pemerintah daerah yang berhasil menyodorkan 19 inovasi unggulan melalui laman resmi IGA (Innovative Government Award) 2025.
Inovasi-inovasi tersebut hadir sebagai solusi konkret atas berbagai tantangan tata kelola pemerintahan dan peningkatan mutu layanan publik.
Sejumlah terobosan dari berbagai instansi tercatat meraih nilai kematangan di atas angka 100. Sektor kesehatan menjadi salah satu kontributor terbesar melalui program.
Baca juga: Bangun Fondasi Transportasi Modern, Bupati Gorontalo Perpanjang Kemitraan dengan PTDI-STTD
Tak ketinggalan, inovasi dari sektor lain turut memperkuat poin daerah, seperti BRIMOB SIMAKO (Dinas PPPA), SAHABAT ON-SIGHT (Dinas Perhubungan), serta Klinik Kepegawaian (BKD) yang fokus pada peningkatan Indeks Profesionalitas ASN.
Baca juga: Bupati Gorontalo Incar 10 Ribu Lowongan Kerja di Korea Selatan
Gubernur Gorontalo, Gusnar Ismail, menegaskan bahwa pencapaian ini bukan sekadar mengejar statistik, melainkan tentang mengubah cara kerja birokrasi agar lebih efisien dan berdampak langsung ke masyarakat.
“Masuknya Provinsi Gorontalo dalam kategori daerah inovatif pada Indeks Inovasi Daerah 2025 menunjukkan bahwa inovasi telah menjadi bagian dari cara kerja pemerintah daerah," katanya.
"Ini bukan semata capaian angka, tetapi upaya berkelanjutan untuk meningkatkan kualitas pelayanan publik dan kesejahteraan masyarakat,” sambungnya.
Baca juga: Ombudsman Temukan Maladministrasi, Rektor UMGO Diminta Batalkan SK Pemecatan Sitti Magfirah Makmur
Senada dengan hal itu, Kepala Bappeda Provinsi Gorontalo, Wahyudin Katili, mengapresiasi kerja kolektif seluruh perangkat daerah.
Menurutnya, penguatan kapasitas aparatur dan kolaborasi lintas sektor menjadi kunci keberlanjutan prestasi ini.
"Peningkatan kapasitas aparatur, penguatan kolaborasi lintas sektor serta replikasi inovasi yang telah terbukti efektif akan menjadi strategi kedepan untuk meningkatkan kualitas dan jumlah inovasi daerah pada tahun-tahun mendatang,” ungkap Wahyudin.
Sebagai bentuk motivasi bagi para ASN, Gusnar memberikan apresiasi istimewa berupa hadiah voucher umroh kepada Erni Nuraini Mansur dari Dinas Kesehatan yang terpilih sebagai inovator terbaik daerah.
Langkah ini diharapkan mampu memicu semangat seluruh aparatur sipil negara di Gorontalo untuk terus melahirkan karya-karya kreatif yang berorientasi pada kemajuan daerah.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Pemprov Gorontalo