GORONTALO — Sebuah studi global terbaru yang melibatkan 10.661 responden dari 26 negara berhasil mengungkap bahwa rivalitas ikonik antara Lionel Messi dan Cristiano Ronaldo.
Rivalitas keduanya tidak sekadar perdebatan di atas lapangan seoak bola, melainkan sebuah cerminan dari identitas politik dan preferensi pribadi yang mendalam.
Penelitian ini menggunakan persaingan kedua megabintang tersebut sebagai stimulus budaya yang seragam untuk menguji fenomena pemilahan identitas (identity sorting) dalam masyarakat.
Baca juga: Berapa Jumlah Tenaga Kesehatan di Indonesia Saat Ini?
Para peneliti berangkat dari perbedaan klaster nilai yang melekat pada persona kedua pemain.
Messi kerap diidentifikasi sebagai sosok komunitarian yang tenang dan mementingkan kerja sama tim, sementara Ronaldo dipandang sebagai figur yang dominan secara individu serta kerap mempromosikan diri.
Pengaruh Ideologi Politik dan Usia Generasi
Hasil riset menunjukkan bahwa ideologi politik menjadi faktor prediktor individu yang paling kuat dalam menentukan pilihan.
Baca juga: Gorontalo-Australia Berpeluang Perpanjang Program SKALA
Responden yang cenderung memiliki pandangan politik liberal secara konsisten lebih memihak kepada Messi, sedangkan mereka yang berhaluan konservatif lebih memilih Ronaldo.
Uniknya, hubungan antara pandangan politik dan preferensi pemain ini ditemukan paling kuat pada generasi muda dan cenderung melemah hingga tidak signifikan pada kelompok usia lanjut.
Karakter Psikologis dan Konsumsi Media
Selain faktor ideologi, karakteristik psikologis dan pola konsumsi media juga memegang peranan penting.
Baca juga: Wisata Sejarah! Ini Daftar Monumen Perjuangan Kemerdekaan di Gorontalo
Studi ini menemukan bahwa individu dengan tingkat otoritarianisme dan harga diri yang tinggi secara independen cenderung mengidolakan Ronaldo.
Dari sisi kebiasaan media, masyarakat yang aktif mengonsumsi berita lewat platform video berdurasi pendek (short-form video news) juga lebih condong memilih Ronaldo.
Di sisi lain, kemampuan refleksi kognitif atau cara berpikir analitis yang lebih tinggi ditemukan memiliki hubungan yang lemah terhadap preferensi memilih Messi, sementara tingkat empati seseorang sama sekali tidak memengaruhi pilihan terhadap kedua pemain.
Indonesia Basis Terkuat Pendukung Ronaldo
Secara agregat di tingkat wilayah, preferensi ini terbagi secara signifikan di 19 dari 26 negara yang diteliti.
Indonesia tercatat sebagai negara dengan basis pendukung Ronaldo paling kuat, disusul oleh negara-negara seperti Turki, Meksiko, Mesir, Malaysia, Portugal, Singapura, Cina, Prancis, India, dan Nigeria.
Sebaliknya, Korea Selatan memimpin sebagai negara dengan preferensi terkuat terhadap Messi, yang juga diikuti oleh pendukung dari Argentina, Finlandia, Spanyol, Inggris Raya, Norwegia, Amerika Serikat, dan Kanada.
Menariknya, kekuatan sepak bola suatu negara yang diukur melalui peringkat resmi FIFA ternyata sama sekali tidak memengaruhi preferensi masyarakatnya terhadap salah satu pemain.
Meski demikian, para peneliti mencatat adanya hubungan marginal di tingkat struktural negara.
Artinya, wilayah dengan indeks demokrasi liberal institusional yang lebih tinggi menunjukkan kecenderungan kolektif yang sedikit lebih condong untuk mendukung Messi.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Nanyang Technological Institute