Kamis, 09 JULI 2026 • 13:36 WIB

Negara-negara Pabrik Gol dalam Satu Piala Dunia

Author

Jerman saat membantai Brasil 7-1 di Piala Dunia 2014 (FIFA)

GORONTALOPiala Dunia selalu melahirkan catatan sejarah emas dari satu edisi ke edisi lainnya. Yang menarik dibahas ialah tim dengan gol terbanyak dalam satu edisi Piala Dunia.

Kehadiran tim-tim dengan produktivitas tinggi ini tidak hanya menghibur penonton, tapi juga mengubah peta kekuatan di setiap turnamen.

Fenomena ini membuktikan bahwa strategi menyerang secara total mampu menciptakan rekor fantastis yang sangat sulit dipecahkan oleh generasi modern saat ini.

Baca juga: 34 Kebakaran Terjadi di Kabupaten Gorontalo per Juli 2026

Produktivitas Fantastis Era Klasik (1930–1954)

Pada edisi perdana di Uruguay 1930, Argentina tampil sangat agresif dengan melesakkan total 18 gol hanya dalam 5 pertandingan saja.

Catatan gol tim Tango dipimpin oleh Guillermo Stabile (8 gol), disusul Carlos Peucelle (3), Luis Monti (2), Adolfo Zumelzu (2), Mario Evaristo (1), Alejandro Scopelli (1), dan Francisco Varallo (1).

Ketika bertindak sebagai tuan rumah pada tahun 1950, Brasil tampil mengamuk dan mengoleksi 22 gol dari 6 laga yang mereka jalani.

Baca juga: Seluk Beluk Seni Bela diri Khas Gorontalo Langga dan Legenda Ju Panggola

Gol Tim Samba bersumber dari Ademir de Menezes (9), Chico (4), Baltazar (2), Jair (2), Zizinho (2), Alfredo (1), Friaca (1), serta Maneca (1).

Edisi Swiss 1954 menjadi panggung paling subur sepanjang masa setelah Hongaria mencetak rekor abadi lewat raihan 27 gol hanya dari 5 laga.

Mesin gol Hongaria digerakkan Sandor Kocsis (11), Nandor Hidegkuti (4), Ferenc Puskas (4), Zoltan Czibor (3), Mihaly Lantos (2), Peter Palotas (2), dan Jozsef Toth (1).

Baca juga: Sekda Kabgor: Festival Budaya Jaton Layak Masuk Kalender Event Provinsi

Pada turnamen yang sama, Jerman Barat tidak mau kalah ganas dengan memproduksi 25 gol sepanjang 6 pertandingan menuju tangga juara.

Kontributor gol Jerman Barat adalah Max Morlock (6), Helmut Rahn (4), Hans Schafer (4), Ottmar Walter (4), Fritz Walter (3), Richard Herrmann (1), Berni Klodt (1), Alfred Pfaff (1), dan gol bunuh diri Ivica Horvat (1).

Masih di Swiss 1954, Austria juga menunjukkan kedahsyatan lini serang mereka setelah sukses menyarangkan 17 gol dalam 5 laga.

Pundi-pundi gol Austria disumbang Erich Probst (6), Ernst Stojaspal (3), Theodor Wagner (3), Alfred Korner (2), Ernst Ocwirk (2), ditambah gol bunuh diri Luis Cruz (1).

Gol-Gol di Era Generasi Emas (1958–1970)

Ketajaman luar biasa diperlihatkan Prancis pada Swedia 1958 lewat koleksi 23 gol dari 6 pertandingan yang mereka lakoni.

Just Fontaine mendominasi dengan 13 gol, dibantu Raymond Kopa (3), Roger Piantoni (3), Maryan Wisniewski (2), Yvon Douis (1), serta Jean Vincent (1).

Sementara itu, Portugal mencuri perhatian pada Inggris 1966 dengan mengemas 17 gol dalam 6 laga berkat kehebatan sang legenda, Eusebio.

Eusebio memborong 9 gol, disusul Jose Augusto (3), Jose Torres (3), Antonio Simoes (1), dan satu gol bunuh diri Ivan Vutsov (1).

Generasi emas Brasil pada Meksiko 1970 juga mencatatkan tinta emas setelah berhasil membukukan 19 gol dari 6 pertandingan yang sempurna.

Gol-gol indah itu lahir lewat Jairzinho (7), Pele (4), Rivellino (3), Tostao (2), Carlos Alberto (1), Clodoaldo (1), dan Gerson (1).

Dominasi Mesin Gol di Era Modern (2002–2014)

Memasuki milenium baru di Korea/Jepang 2002, trio lini serang Brasil tampil mengerikan dengan menggelontorkan 18 gol dari 7 laga.

Trio legendaris tersebut disokong oleh Ronaldo (8), Rivaldo (5), Ronaldinho (2), Edmilson (1), Junior (1), serta Roberto Carlos (1).

Terakhir, Jerman sukses menyamai rekor tersebut pada Brasil 2014 dengan memproduksi 18 gol dari 7 pertandingan termasuk saat membantai tuan rumah.

Pesta gol Tim Panser dicetak Thomas Muller (5), Andre Schurrle (3), Mario Gotze (2), Mats Hummels (2), Miroslav Klose (2), Toni Kroos (2), Sami Khedira (1), dan Mesut Ozil (1).

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: FIFA

Author
TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU