Kamis, 30 APRIL 2026 • 15:45 WIB

Sejarah Hari Pendidikan Nasional 2 Mei dan Mengingat Peran Ki Hajar Dewantara

Author

Sejarah Hari Pendidikan Nasional atau Hardiknas yang diperingati setiap tanggal 2 Mei (Istimewa)

GORONTALO — Setiap tanggal 2 Mei, bangsa Indonesia memperingati Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) sebagai bentuk apresiasi terhadap kemajuan intelektual bangsa. 

Perayaan ini bukan sekadar seremonial, melainkan pengingat akan perjuangan panjang melawan ketertinggalan dan upaya menyetarakan hak pendidikan bagi seluruh rakyat Indonesia.

Puncak peringatan ini selalu diarahkan untuk memperkuat komitmen dalam mewujudkan pendidikan bermutu bagi seluruh anak bangsa.

Baca juga: Pedoman Resmi Upacara Hardiknas 2026 dari Kemendikdasmen Beserta Susunan Acaranya

Sejarah Singkat Penetapan 2 Mei sebagai Hardiknas

Pemilihan tanggal 2 Mei sebagai Hari Pendidikan Nasional tidaklah sembarangan.

Tanggal tersebut merupakan hari kelahiran Raden Mas Soewardi Soerjaningrat, atau yang lebih dikenal dengan nama Ki Hajar Dewantara.

Penetapan resmi Hardiknas dilakukan oleh pemerintah melalui Surat Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 316 Tahun 1959.

Baca juga: Respons Cepat Laporan Warga, Dinas PUPR Kabupaten Gorontalo Petakan Kerusakan Infrastruktur di Berbagai Titik

Kebijakan ini diambil untuk menghormati dedikasi luar biasa Ki Hajar Dewantara dalam memajukan sistem pendidikan pribumi di tengah diskriminasi kolonial. 

Hingga saat ini, setiap tanggal 2 Mei, instansi pendidikan dari PAUD hingga perguruan tinggi diwajibkan menyelenggarakan upacara bendera sesuai pedoman resmi pemerintah.

Profil Ki Hajar Dewantara: Sosok Bapak Pendidikan Indonesia

Ki Hajar Dewantara lahir di Yogyakarta pada 2 Mei 1889. Ia berasal dari lingkungan keluarga Keraton Yogyakarta, namun ia memilih untuk dekat dengan rakyat melalui jalur perjuangan intelektual. 

Baca juga: Punya Empati Tinggi? Ini 6 Jurusan Kuliah yang Bisa Ubah Kepedulianmu Menjadi Karir Nyata

Nama Ki Hajar Dewantara sendiri memiliki filosofi mendalam. Ia melepas gelar kebangsawanannya agar bisa berbaur secara bebas dengan masyarakat tanpa batasan kasta.

Sebagai seorang jurnalis dan tokoh pergerakan nasional, ia dikenal sangat vokal dalam mengkritik kebijakan pemerintah kolonial Belanda yang membatasi hak pendidikan bagi warga lokal.

Atas jasa-jasanya yang monumental, ia dianugerahi gelar sebagai Bapak Pendidikan Nasional Indonesia.

Berdirinya Taman Siswa dan Perlawanan Lewat Pendidikan

Perjuangan nyata Ki Hajar Dewantara memuncak ketika ia mendirikan Perguruan Nasional Taman Siswa pada 3 Juli 1922. 

Lembaga ini menjadi tonggak perlawanan terhadap sistem pendidikan kolonial yang bersifat elitis. 

Melalui Taman Siswa, warga pribumi jelata mendapatkan kesempatan untuk belajar tanpa diskriminasi.

Ia memperkenalkan semboyan legendaris yang masih digunakan sebagai pedoman hingga kini:

Ing Ngarsa Sung Tulada: Di depan memberi teladan.

Ing Madya Mangun Karsa: Di tengah membangun semangat.

Tut Wuri Handayani: Di belakang memberi dorongan.

Filosofi ini menekankan peran guru bukan hanya sebagai pengajar, tetapi juga sebagai teladan dan penyemangat bagi muridnya.

Makna Peringatan Hardiknas

Peringatan Hardiknas di era modern tidak hanya berhenti pada aktivitas seremonial atau upacara bendera. 

Lebih dari itu, Hardiknas merupakan momentum refleksi untuk mengevaluasi arah transformasi pendidikan nasional. 

Pada tahun 2026, tema "Menguatkan Partisipasi Semesta Mewujudkan Pendidikan Bermutu untuk Semua" diangkat untuk menegaskan bahwa mutu pendidikan adalah tanggung jawab bersama.

Partisipasi semesta melibatkan pemerintah, guru, orang tua, dunia usaha, hingga media untuk bergerak serentak. 

Makna terdalam dari peringatan ini adalah untuk terus menghidupkan semangat Ki Hajar Dewantara dalam membebaskan rakyat dari keterbelakangan dan memastikan setiap individu mendapatkan akses pendidikan yang layak dan setara.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Berbagai Sumber

Author
TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU