GORONTALO — Setiap tanggal 24 April, Indonesia memperingati Hari Angkutan Nasional.
Momen ini bukan sekadar peringatan seremonial, melainkan sebuah penghormatan terhadap panjangnya perjalanan sejarah transportasi di tanah air.
Hari Angkutan Nasional mengingatkan kita betapa vitalnya peran transportasi publik dalam denyut nadi ekonomi dan sosial bangsa.
Baca juga: BMKG Rilis Prospek Cuaca 24-27 April 2026: Waspada Hujan Lebat di Provinsi Gorontalo
Berakar dari Era Pendudukan Jepang
Jejak formal angkutan umum di Indonesia mulai terorganisir pada tahun 1943, tepat di masa pendudukan Jepang.
Kala itu, sistem transportasi dibagi menjadi dua entitas utama berdasarkan fungsinya.
Pertama Jawa Unyu Zigyosha. Sistem ini fokus pada armada truk untuk mobilisasi logistik dan pengangkutan barang.
Baca juga: 30 Ucapan Selamat Hari Buku Sedunia 2026, Pas untuk Caption Media Sosial
Kedua, Zidosha Sokyoku, yang Khusus melayani kebutuhan mobilitas penumpang menggunakan kendaraan bermotor.
Kedua organisasi inilah yang menjadi embrio lahirnya sistem manajemen transportasi darat di Indonesia yang lebih modern.
Pasca Kemerdekaan dan Lahirnya DAMRI
Setelah proklamasi kemerdekaan pada 17 Agustus 1945, pemerintah Indonesia melalui Kementerian Perhubungan mengambil alih kendali.
Baca juga: Sejarah Hari Buku Sedunia 23 April, Penghormatan untuk Para Sastrawan Dunia
Nama kedua lembaga peninggalan Jepang tersebut disesuaikan menjadi lebih nasionalis yakni Djawatan Pengangkoetan (untuk barang) dan Djawatan Angkoetan Darat (untuk penumpang).
Tonggak sejarah paling krusial terjadi pada 25 November 1946, ketika pemerintah memutuskan untuk menyatukan kedua jawatan tersebut di bawah payung DAMRI (Djawatan Angkoetan Motor Repoeblik Indonesia).
Keberadaan DAMRI inilah yang menjadi cikal bakal dan alasan kuat mengapa 24 April ditetapkan sebagai hari besar bagi sektor angkutan nasional.
Transportasi Umum: Solusi Modern untuk Kota Berkelanjutan
Peringatan Hari Angkutan Nasional bukan hanya soal mengenang masa lalu, tetapi juga membawa misi untuk masa depan.
Berikut adalah tiga poin utama yang menjadi semangat perayaan ini:
Menekan Angka Kemacetan
Dengan beralih dari kendaraan pribadi ke transportasi umum seperti bus, kereta api, atau transportasi lokal, beban jalan raya dapat berkurang secara signifikan.
Efisiensi dan Ekonomi
Memberdayakan angkutan umum membantu masyarakat menghemat biaya pengeluaran harian dan energi.
Keberlanjutan Lingkungan
Transportasi massal adalah solusi nyata untuk mengurangi emisi karbon, menjaga kualitas udara tetap bersih bagi generasi mendatang.
Harapan di Hari Angkutan Nasional 2026
Di tengah pesatnya perkembangan transportasi berbasis daring, Hari Angkutan Nasional mengajak kita untuk tetap peduli dan menjaga fasilitas transportasi publik milik negara dan daerah.
Infrastruktur yang terus tumbuh, seperti perbaikan terminal di berbagai daerah termasuk Gorontalo, harus dibarengi dengan kesadaran masyarakat untuk memanfaatkannya secara maksimal.
Mari jadikan peringatan 24 April ini sebagai momentum untuk kembali mencintai transportasi publik.
Dengan angkutan umum yang kuat, Indonesia akan melaju lebih cepat menuju konektivitas yang lebih baik.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Bps Kudus