GORONTALO — Kesetaraan gender sering kali menjadi topik perbincangan hangat di berbagai belahan dunia.
Namun, masih banyak yang menganggap bahwa isu ini hanya berfokus pada hak-hak perempuan saja.
Padahal, kesetaraan gender adalah fondasi utama bagi terciptanya masyarakat yang damai, adil, dan sejahtera bagi semua orang, tanpa memandang latar belakang jenis kelamin mereka.
Baca juga: Mengenal Alat Musik Tradisional Khas Gorontalo Polopalo: Sejarah, Cara Main, dan Filosofinya
Apa Sebenarnya Kesetaraan Gender Itu?
Secara definisi, kesetaraan gender adalah kondisi di mana setiap individu memiliki akses yang setara terhadap hak, sumber daya, dan kesempatan tanpa dibatasi oleh jenis kelamin.
Hal ini tidak berarti bahwa laki-laki dan perempuan harus menjadi identik atau mendapatkan perlakuan yang sama persis dalam segala hal.
Intinya adalah bahwa hak, tanggung jawab, dan peluang seseorang tidak boleh didikte oleh jenis kelamin yang ditetapkan sejak lahir.
Baca juga: Kunjungi Gorontalo, Wamen Transmigrasi Cerita Dua Kali Gagal Jadi Ketum PB HMI
Isu ini mencakup semua spektrum gender, termasuk laki-laki, transgender, hingga individu dengan keberagaman gender lainnya.
Mengapa Kita Harus Memperjuangkannya?
Kesetaraan bukan sekadar soal keadilan moral, melainkan kebutuhan mendesak untuk membangun ekonomi yang lebih kuat dan komunitas yang lebih sehat.
Ketika stereotip gender yang membatasi dihapuskan, setiap orang bebas mengejar impian mereka.
Baca juga: Dapat Suntikan APBN Rp4,4 M, Kecamatan Ini Bakal Jadi Pusat Ekonomi Baru di Kabupaten Gorontalo
Hal ini memicu inovasi karena sudut pandang yang lebih beragam dapat berkontribusi dalam memecahkan berbagai masalah global.
Mengenali Realitas Ketidaksetaraan Gender saat Ini
Sebelum mewujudkan kesetaraan, kita harus memahami hambatan yang masih terjadi di lapangan:
- Kesenjangan Upah: Data menunjukkan perempuan sering kali dibayar lebih rendah (sekitar 82%) dibandingkan laki-laki untuk beban kerja yang serupa.
- Hambatan Pendidikan: Secara global, jutaan anak perempuan masih kesulitan mengakses sekolah. Data UNESCO mencatat bahwa dua pertiga orang dewasa yang buta huruf di dunia adalah perempuan.
- Kerentanan Domestik: Perempuan secara statistik lebih berisiko mengalami kekerasan fisik maupun emosional dalam lingkup rumah tangga.
Contoh Nyata Kesetaraan Gender dalam Praktik
Bagaimana kesetaraan gender diimplementasikan dalam kehidupan sehari-hari? Berikut adalah tiga contoh utamanya:
- Di Rumah: Pembagian tugas domestik dan pengasuhan anak secara adil antara suami dan istri, sehingga beban mental dan fisik tidak hanya bertumpu pada satu pihak.
- Di Tempat Kerja: Pemberian upah yang sama untuk tanggung jawab yang sama, serta jaminan bahwa cuti melahirkan tidak akan menghambat peluang promosi atau karier seorang karyawan perempuan.
- Di Ruang Publik: Adanya kebijakan zero tolerance terhadap pelecehan seksual dan diskriminasi. Masyarakat yang setara adalah masyarakat yang membuat semua gender merasa aman dan dihormati.
Manfaat Besar di Balik Kesetaraan Gender
Mewujudkan kesetaraan gender membawa dampak domino positif bagi dunia:
Akselerasi Ekonomi: Lingkungan kerja yang inklusif terbukti lebih produktif. Diversitas gender di tempat kerja mampu meningkatkan PDB suatu negara secara signifikan.
Kualitas Generasi Mendatang: Ibu yang berpendidikan cenderung memiliki anak-anak yang lebih sehat, terhindar dari stunting, dan memiliki peluang sukses yang lebih besar.
Kesehatan Publik yang Lebih Baik: Akses kesehatan yang adil membantu menurunkan angka kematian ibu dan bayi, serta mengurangi tingkat depresi di masyarakat.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Unitedwaynca