Polopalo, alat musik khas Gorontalo dari bambu (Pariwisataindonesia.id)
GORONTALO — Provinsi Gorontalo memiliki kekayaan budaya yang tak ternilai, salah satunya terpancar melalui dawai bambu yang dikenal dengan nama Polopalo.
Secara etimologis, nama ini diambil dari kata polo-polopalo yang menggambarkan bunyi getaran yang nyaring.
Instrumen ini bukan sekadar alat musik, melainkan simbol harmoni dan sejarah panjang masyarakat di Bumi Serambi Madinah.
Baca juga: Kunjungi Gorontalo, Wamen Transmigrasi Cerita Dua Kali Gagal Jadi Ketum PB HMI
Polopalo memiliki bentuk unik yang menyerupai rahang buaya atau garpu tala.
Untuk menghasilkan suara yang berkualitas tinggi, instrumen ini tidak dibuat dari sembarang bambu.
Perajin menggunakan jenis bambu talilo huidu, varietas bambu hutan yang memiliki kadar air rendah sehingga getaran bunyinya terdengar lebih jernih.
Baca juga: Dapat Suntikan APBN Rp4,4 M, Kecamatan Ini Bakal Jadi Pusat Ekonomi Baru di Kabupaten Gorontalo
Secara fisik, Polopalo umumnya memiliki panjang sekitar 31 cm dengan diameter berkisar 9 cm hingga 17 cm.
Berdasarkan ukurannya, alat musik ini dikategorikan menjadi tiga jenis yakni besar, sedang, dan kecil.
Perbedaan ukuran ini secara langsung memengaruhi frekuensi nadanya; semakin kecil fisik bambunya, maka nada yang dihasilkan akan semakin melengking tinggi.
Baca juga: Kutipan Inspiratif dan Rangkuman Isi Pemikiran Kartini yang Membuka Mata Dunia
Sebagai instrumen berjenis idiofon, sumber bunyi Polopalo berasal dari getaran badannya sendiri.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Goodnewsfromindonesia.id