GORONTALO — Banyak orang mengira bahwa depresi selalu ditunjukkan dengan tangisan terus-menerus atau mengurung diri di kamar gelap.
Padahal, depresi memiliki wajah yang jauh lebih beragam. Terkadang, seseorang bisa terlihat baik-baik saja di luar, tapi sedang berjuang hebat di dalam.
Depresi adalah penyakit medis yang nyata, bukan tanda kelemahan karakter.
Baca juga: Kabar Baik! Kuota Solar Gorontalo Bertambah
Mengenali tanda-tanda depresi adalah langkah pertama menuju pemulihan. Ingatlah bahwa mencari bantuan profesional adalah bentuk keberanian untuk mencintai diri sendiri.
Melansir dari berbagai sumber kesehatan mental, berikut adalah 5 tanda depresi yang sering kali luput dari perhatian.
1. Kelelahan Ekstrem yang Tak Kunjung Usai
Pernahkah Anda merasa sangat lelah padahal sudah tidur cukup? Depresi bukan hanya masalah pikiran, tapi juga fisik.
Baca juga: BMKG: Gerhana Bulan Total Sapa Indonesia Malam Ini, Catat Waktunya
Seseorang dengan depresi sering merasa energinya terkuras habis bahkan untuk tugas kecil seperti mandi atau merapikan tempat tidur.
Kelelahan ini bersifat menetap dan tidak hilang hanya dengan istirahat.
2. Perubahan Pola Tidur yang Drastis
Gangguan tidur adalah salah satu alarm utama. Ini bisa berupa insomnia (sulit memejamkan mata atau sering terbangun di tengah malam) atau sebaliknya, hipersomnia (tidur terlalu lama sebagai bentuk pelarian dari realita).
Baca juga: Pemkab Gorontalo Siapkan Rp27 Miliar untuk THR ASN Tahun Ini
Jika ritme tidur Anda berantakan selama lebih dari dua minggu, saatnya untuk lebih peka pada kondisi mental Anda.
3. Kehilangan Kebahagiaan (Anhedonia)
Ciri khas depresi yang sering terabaikan adalah anhedonia, yaitu kondisi seseorang tidak lagi merasakan kesenangan dari hobi atau aktivitas yang dulunya sangat ia cintai.
Jika Anda merasa datar saat melakukan hal yang biasanya membuat Anda bahagia, itu bisa jadi tanda bahwa dopamin di otak Anda sedang tidak seimbang.
4. Sulit Fokus dan Menjadi Pelupa
Depresi sering kali menyebabkan kabut otak (brain fog). Anda mungkin merasa sulit untuk berkonsentrasi saat bekerja, lambat dalam mengambil keputusan sederhana, atau sering lupa hal-hal kecil.
Hal ini terjadi karena depresi memengaruhi bagian otak yang mengatur memori dan fungsi eksekutif.
5. Pola Makan yang Tidak Terkendali
Perubahan berat badan yang signifikan tanpa diet atau olahraga intens perlu diwaspadai.
Sebagian orang kehilangan nafsu makan sama sekali karena merasa kenyang oleh kesedihan, sementara yang lain justru makan berlebihan (emotional eating) sebagai cara instan untuk mendapatkan rasa nyaman sementara.
Catatan Penting
Mengalami satu atau dua gejala di atas tidak serta-merta berarti Anda mengalami depresi klinis.
Namun, jika tanda-tanda tersebut menetap selama lebih dari dua minggu dan mulai mengganggu produktivitas serta hubungan sosial, jangan ragu untuk berkonsultasi dengan psikolog atau psikiater.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Berbagai Sumber