Kamis, 26 FEBRUARI 2026 • 18:54 WIB

Mengapa Masih Ada Ratusan Ribu Anak Indonesia yang Melewatkan Imunisasi Dasar?

Author

Ilustrasi anak yang diimunisasi (Istimewa)

GORONTALOImunisasi merupakan pilar utama dalam menjaga kesehatan bayi di bawah usia dua tahun (baduta) agar terhindar dari penyakit berbahaya seperti Polio, Campak, hingga Hepatitis B. 

Namun, di balik upaya perlindungan ini, Indonesia masih menghadapi tantangan besar terkait literasi kesehatan orang tua.

Tren Positif di Tengah Tantangan Besar

Kabar baiknya, kesadaran masyarakat menunjukkan grafik yang meningkat. Sejak tahun 2020, cakupan imunisasi nasional yang semula berada di angka 57,2% melonjak menjadi 68,6% pada tahun 2025. 

Baca juga: Lulusan SMA Jadi Penyumbang Pengangguran Terbesar di Indonesia

Sayangnya, peningkatan ini belum mampu menjangkau semua orang. Data Kementerian Kesehatan mencatat masih ada 836.789 anak yang belum mendapatkan perlindungan vaksinasi dasar pada tahun yang sama.

Akar Masalah: Ketakutan Mengalahkan Kebutuhan

Berdasarkan Survei Sosial Ekonomi Nasional (Susenas) Maret 2025, alasan utama di balik absennya imunisasi bukan lagi soal biaya, melainkan persepsi. 

Baca juga: Bupati Gorontalo Perketat Tata Kelola Anggaran Lewat Asistensi BPKP

Berikut adalah beberapa alasan dominan rumah tangga tidak mengimunisasi anak mereka:

Kekhawatiran Efek Samping (74,43%): Hampir 3 dari 4 orang tua merasa takut terhadap dampak pasca-vaksinasi (KIPI).

Keraguan Kandungan & Efektivitas: Sebanyak 41,37% responden khawatir akan kandungan vaksin, sementara 39,21% meragukan kemampuannya dalam mencegah penyakit.

Baca juga: 26.000 Anak di Gorontalo Tidak Sekolah, Begini Strategi Pemerintah

Minimnya Informasi: Kurangnya edukasi membuat 29,63% warga tidak paham manfaat imunisasi, dan 12,09% bahkan tidak tahu adanya program tersebut.

Faktor Biaya Tak Langsung (6,28%): Meski vaksin gratis, kendala biaya transportasi atau kehilangan waktu kerja tetap menjadi penghambat bagi sebagian kecil keluarga.

Solusi Pemerintah: Imunisasi Kejar dan Fasilitas Gratis

Menanggapi hal ini, Direktur Imunisasi Kemenkes, Indri Yogyaswari, menegaskan bahwa tidak ada kata terlambat bagi anak yang jadwalnya terlewat. 

Program "Imunisasi Kejar" disiapkan agar kekebalan kelompok (herd immunity) tetap terbentuk secara merata.

Pemerintah juga telah menyediakan 14 antigen vaksin secara gratis di Puskesmas dan Posyandu. 

Khusus untuk bayi di bawah 12 bulan, terdapat 9 vaksin wajib yang harus dipenuhi, mulai dari Hepatitis B hingga Japanese Encephalitis (JE).

Edukasi publik yang lebih masif kini menjadi kunci utama. Mengubah ketakutan menjadi kepercayaan adalah satu-satunya jalan agar anak-anak Indonesia mendapatkan hak kesehatan dasarnya secara utuh.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Goodstats, BPS

Author
TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU