Senin, 23 FEBRUARI 2026 • 03:03 WIB

5 Adab Berbuka Puasa Sesuai Sunnah Rasulullah SAW

Author

Adab buka puasa sesuai sunnah Rasulullah SAW (Istimewa)

GORONTALO — Momen buka puasa bukan sekadar waktu untuk melepas lapar dan dahaga di bulan Ramadan.

Bagi umat Muslim, detik-detik terbenamnya matahari adalah waktu yang penuh berkah sekaligus ruang untuk mengikuti teladan mulia Nabi Muhammad SAW.

Dalam kitab Fiqih Sunnah, Sayyid Sabiq menguraikan secara mendetail bagaimana Rasulullah SAW memperlakukan waktu berbuka sebagai bagian dari ibadah yang berkualitas. 

Baca juga: Jadwal Imsakiyah Hari Ke-5 Ramadan 2026 untuk Wilayah Gorontalo

Berikut adalah 5 adab berbuka puasa yang sangat dianjurkan untuk kita amalkan.

1. Menyegerakan Berbuka (Ta’jil al-Fithr)

Rasulullah SAW sangat menekankan umatnya untuk segera membatalkan puasa begitu waktu Maghrib tiba.

Menunda-nunda berbuka justru dianggap menjauhkan kita dari kebaikan.

Baca juga: Gubernur Gorontalo Instruksikan OPD Kawal Stok Pangan dan BBM

“Manusia selalu dalam kebaikan selama mereka menyegerakan berbuka.” (HR. Bukhari, Muslim, dan perawi lainnya).

2. Mengawali dengan Basmalah

Sebagaimana adab makan pada umumnya, memulai prosesi berbuka dengan menyebut nama Allah adalah hal wajib bagi Rasulullah. 

Beliau mengajarkan agar kita senantiasa sadar bahwa setiap suapan yang masuk adalah rezeki dari Sang Pencipta.

Baca juga: Efisiensi Birokrasi: Pemerintah Kabupaten Gorontalo Pangkas 10 OPD Jadi Lebih Ramping

“Wahai anak! Bacalah basmalah, makanlah dengan tangan kananmu, dan makanlah dengan mengambil yang terdekat darimu.” (HR. Bukhari & Muslim).

3. Memanjatkan Doa yang Mustajab

Menjelang berbuka adalah waktu emas ketika doa seorang hamba tidak akan ditolak oleh Allah SWT.

Rasulullah SAW biasanya melafalkan doa yang mengungkapkan rasa syukur atas hilangnya dahaga.

Doa Riwayat Abu Dawud: "Dzahaba azh-zhama`u wa ibtallatil-‘urûqu wa tsabatal-ajru in syâ`allâhu ta’âlâ" (Telah hilang dahaga, telah basah urat-urat, dan telah tetap pahala, insya Allah).

4. Memilih Kurma atau Air Putih sebagai Pembuka

Sebelum menyantap hidangan berat, Rasulullah SAW memberikan teladan nutrisi yang sehat dengan memakan beberapa butir kurma basah (ruthab) atau kurma kering (tamr). 

Jika tidak ada keduanya, beliau cukup meneguk beberapa teguk air putih. Hal ini dilakukan sebelum beliau melaksanakan shalat Maghrib.

5. Mendirikan Shalat Maghrib Sebelum Makan Besar

Pola makan Nabi SAW sangat teratur. Beliau biasanya membatalkan puasa secara ringan, menunaikan shalat Maghrib, baru kemudian menikmati hidangan utama.

Namun, ada satu catatan penting: jika makanan berat sudah tersaji di meja, beliau menganjurkan untuk makan terlebih dahulu agar shalat dapat dilakukan dengan khusyuk tanpa terbayang-bayang aroma makanan.

Momentum Melipatgandakan Kedermawanan

Selain kelima adab di atas, Sayyid Sabiq mengingatkan bahwa Rasulullah SAW menjadi sosok yang jauh lebih dermawan saat Ramadan. Kebaikan beliau diibaratkan lebih cepat daripada angin yang bertiup. 

Oleh karena itu, sangat disarankan bagi kita untuk memperbanyak sedekah, termasuk dengan memberikan hidangan berbuka kepada orang lain yang membutuhkan.

Dengan berbagi, kita tidak hanya mengenyangkan perut sesama, tetapi juga menjemput pahala yang berlimpah.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Berbagai Sumber

Author
TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU