8 hal sepele yang diam-diam merusak mental (Istimewa)
GORONTALO Pernahkah kamu merasa sangat lelah secara emosional padahal tidak melakukan aktivitas fisik yang berat?
Kondisi ini sering kali disebut sebagai kelelahan mental (mental fatigue).
Menariknya, pemicu utamanya bukan selalu masalah besar yang datang tiba-tiba, melainkan tumpukan kebiasaan kecil yang kita anggap normal sehari-hari.
Baca juga: Rekomendasi Spot Ngabuburit di Limboto: Menara Keagungan dan Pasmolim yang Instagramable
Berikut adalah 8 perilaku sepele yang jika dibiarkan akan terus-menerus menguras cadangan energi psikismu:
Memulai dan mengakhiri hari dengan scrolling ponsel bukan hanya melelahkan mata, tapi juga otak.
Paparan informasi yang konstan dan kecenderungan membandingkan hidup kita dengan versi terbaik orang lain menciptakan stres kognitif yang intens secara bawah sadar.
Baca juga: Prospek Cuaca 20-26 Februari 2026: BMKG Peringatkan Potensi Hujan Lebat di Gorontalo
Menjadi pribadi yang baik itu perlu, tapi terus-menerus mendahulukan kepentingan orang lain di atas kebutuhan diri sendiri adalah resep instan menuju kelelahan emosional.
Baca juga: Dua OPD Kabupaten Gorontalo Disidak Sekda
Menjaga perasaan semua orang adalah pekerjaan yang mustahil dan sangat menguras energi.
Memikirkan skenario terburuk atau menyesali kejadian masa lalu secara berulang-ulang ibarat membiarkan aplikasi berat berjalan di latar belakang ponsel.
Hasilnya? Baterai mentalmu akan cepat habis karena otak dipaksa bekerja untuk hal-hal yang tidak produktif.
Kebiasaan merasa rendah diri atau insecure memaksa pikiranmu untuk selalu berada dalam mode defensif.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Beautynesia