GORONTALO — Dalam ajaran Islam, menjaga kebersihan bukan sekadar urusan estetika, melainkan syarat sahnya ibadah.
Salah satu prosedur bersuci yang paling krusial adalah mandi wajib atau mandi janabah.
Tanpa melakukan mandi wajib setelah berhadats besar, ibadah seperti salat, tawaf, hingga menyentuh mushaf Al-Qur'an tidak akan diterima oleh Allah SWT.
Baca juga: Tradisi Tumbilotohe: Pesona Cahaya Ramadan yang Sarat Filosofi di Gorontalo
Berikut adalah panduan lengkap mengenai mandi wajib, mulai dari dasar hukum hingga tata cara teknisnya.
Dasar Hukum Mandi Wajib
Kewajiban mandi bagi seseorang yang berhadats besar (karena hubungan suami istri, mimpi basah, haid, atau nifas) didasarkan pada sumber hukum utama dalam Islam.
1. Dalam Al-Qur'an
Allah SWT berfirman dalam surat Al-Ma’idah ayat 6:
“...dan jika kamu junub maka mandilah.” (QS. Al-Ma’idah: 6)
Baca juga: 20 Ucapan Selamat Buka Puasa 2026: Hangat dan Penuh Makna
2. Dalam Hadis Nabi SAW
Diriwayatkan dari Aisyah RA, beliau menceritakan kebiasaan Rasulullah SAW:
"Dahulu, jika Rasulullah SAW mandi janabah, beliau memulainya dengan mencuci kedua tangannya, kemudian berwudu seperti wudu untuk salat..." (HR. Bukhari dan Muslim)
Rukun Mandi Wajib
Agar mandi wajib dianggap sah, ada dua hal pokok yang tidak boleh dilewatkan:
- Niat: Menghadirkan kesadaran di dalam hati bahwa mandi ini bertujuan untuk mengangkat hadats besar.
- Meratakan Air: Memastikan air membasahi seluruh anggota tubuh tanpa terkecuali, termasuk sela-sela rambut, telinga, hingga jari kaki.
Tata Cara Mandi Wajib Sesuai Sunnah
Untuk mendapatkan pahala yang sempurna, sangat dianjurkan untuk mengikuti urutan yang dicontohkan oleh Rasulullah SAW:
1. Membaca Niat
Niat dilakukan di dalam hati saat air pertama kali menyentuh tubuh.
Lafadz Niat (Umum): Nawaitul ghusla liraf'il hadatsil akbari fardhan lillaahi ta'aala.
Artinya: "Aku niat mandi untuk menghilangkan hadats besar, fardhu karena Allah Ta'ala."
Baca juga: Bukan Wajib, tapi Sunnah: Ini 4 Hal tentang Salat Tarawih yang Wajib Kamu Tahu
2. Mencuci Tangan
Basuh kedua tangan sebanyak tiga kali untuk memastikan tangan dalam kondisi bersih saat menyentuh air.
3. Membersihkan Kemaluan dan Najis
Bersihkan area kemaluan dan kotoran (najis) yang menempel di tubuh menggunakan tangan kiri.
4. Berwudu
Lakukan wudu dengan sempurna sebagaimana wudu saat hendak melakukan salat. Beberapa ulama berpendapat bagian mencuci kaki bisa dilakukan di akhir mandi.
5. Menyiram Kepala
Guyur kepala dengan air sebanyak tiga kali sambil memastikan air mencapai pangkal rambut dan kulit kepala dengan cara menyela-nyelanya menggunakan jari.
6. Meratakan Air ke Seluruh Tubuh
Siram seluruh tubuh, dimulai dari sisi kanan kemudian sisi kiri. Pastikan bagian-bagian yang tersembunyi seperti ketiak, pusar, dan sela-sela jari ikut terbasuh air.
Kapan Seseorang Harus Mandi Wajib?
Penting untuk diingat bahwa mandi wajib hanya diwajibkan apabila terjadi kondisi berikut:
- Keluarnya sperma (mani) baik disengaja maupun karena mimpi basah.
- Berhubungan suami istri (meski tidak keluar mani).
- Selesainya masa haid bagi wanita.
- Selesainya masa nifas (setelah melahirkan).
- Seseorang yang baru masuk Islam (Mualaf).
- Meninggal dunia (dimandikan oleh orang yang masih hidup).
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Berbagai Sumber