Senin, 12 JANUARI 2026 • 09:01 WIB

Gorontalo Masuk Top 10 Daerah dengan Persentase Penduduk Miskin Tertinggi Tahun 2025

Author

Gorontalo masuk deretan 10 daerah dengan persentase penduduk miskir tertinggi tahun 2025 (Ilustrasi/Istimewa)

GORONTALO – Badan Pusat Statistik (BPS) baru saja merilis potret ekonomi Indonesia tahun 2025. 

Meski angka kemiskinan nasional berada di level 8,47%, data ini sekaligus menyingkap tabir ketimpangan yang masih menganga antarwilayah. 

Dari 38 provinsi, sepuluh daerah tercatat memiliki persentase penduduk miskin yang melampaui rata-rata nasional, dengan dominasi kuat dari wilayah Indonesia Timur.

Baca juga: Limboto Coffee Street: Tempat Nongkrong Malam di Kabupaten Gorontalo dengan Simfoni Modernitas dan Warisan Sejarah

Gorontalo kembali menjadi sorotan setelah masuk dalam jajaran "Top 10" wilayah dengan tantangan ekonomi terbesar di tanah air.

Dominasi Wilayah Papua dan Indonesia Timur

Peta kemiskinan tahun 2025 menunjukkan bahwa wilayah Papua hasil pemekaran masih menempati posisi teratas.

Geografi yang ekstrem dan aksesibilitas menjadi tembok besar yang harus diruntuhkan pemerintah.

Baca juga: Masjid Hunto Sultan Amay: Mahar Cinta dan Jejak Awal Cahaya Islam di Bumi Gorontalo

Sorotan pada Gorontalo: Kontras Kota dan Desa

Menempati urutan ke-9, Gorontalo mencatatkan angka kemiskinan sebesar 13,24%. 

Meski tren tahunan menunjukkan grafik perbaikan, ada jurang pemisah yang cukup dalam jika membedah data lebih mendalam.

Tantangan utama Gorontalo terletak pada wilayah pedesaannya. Jika di perkotaan ekonomi relatif lebih stabil, angka kemiskinan di desa justru masih bertengger di angka 20,80%. 

Baca juga: Data Bicara: Gelombang Perceraian di Kabupaten Gorontalo Lebih Banyak Diajukan Pihak Istri

Hal ini mengindikasikan bahwa distribusi kesejahteraan belum sepenuhnya menyentuh sektor-sektor produktif di pelosok, terutama pertanian dan perikanan yang menjadi tumpuan warga.

Pertarungan Logistik serta Iklim

Di luar Papua dan Gorontalo, NTT masih berjuang di angka 18,60% akibat faktor iklim kering yang memukul sektor agraris. 

Sementara Maluku (15,38%) terjepit oleh tingginya biaya logistik antar-pulau. Di ujung barat, Aceh menutup daftar di posisi ke-10 dengan 12,33%.

Angka ini menjadi sebuah alarm bagi pemerintah daerah untuk lebih efektif mengelola dana otonomi khusus dalam meningkatkan taraf hidup masyarakat.

Refleksi Nasional

Secara keseluruhan, data BPS 2025 ini menjadi peringatan bahwa pembangunan infrastruktur fisik saja tidak cukup.

Dibutuhkan pemerataan ekonomi yang inklusif untuk memangkas angka-angka di atas. 

Tanpa intervensi kebijakan yang tepat sasaran, ketimpangan antara masyarakat kota dan desa, seperti yang terlihat nyata di Papua dan Gorontalo, akan tetap menjadi pekerjaan rumah yang menahun bagi pemerintah.

Berikut adalah daftar 10 provinsi dengan angka kemiskinan tertinggi di tahun 2025:

  1. Papua Pegunungan 30,03% 
  2. Papua Tengah 28,90% 
  3. Papua Barat 20,66% 
  4. Papua Selatan 19,71% 
  5. Papua 19,16% 
  6. Nusa Tenggara Timur (NTT) 18,60% 
  7. Papua Barat Daya 17,95% 
  8. Maluku 15,38% 
  9. Gorontalo 13,24% 
  10. Aceh 12,33% 

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: BPS, Goodstats

Author
TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU