Minggu, 28 DESEMBER 2025 • 09:39 WIB

Stop Dewakan Cinta! Ini Satu 'Jurus' Rahasia Agar Hubungan Tahan Banting Menurut Psikolog

Author

Rahasia hubungan tahan banting alias langgeng menurut psikolog (Istimewa)

GORONTALO – Sering mendengar kalimat klise Love conquers all atau cinta bisa mengalahkan segalanya? Sayangnya, dalam realitas pernikahan atau hubungan jangka panjang, mantra itu tidak selalu ampuh. 

Memang benar, debar asmara adalah alasan awal dua orang bertemu, tapi menurut para ahli, bukan cinta yang menjamin kalian tetap bersama hingga tua.

Mark Travers, PhD, seorang psikolog spesialis hubungan, memberikan reality check yang cukup menohok. 

Baca juga: Prakiraan Cuaca 26 Desember 2025 - 1 Januari 2026: Gorontalo Potensi Hujan, Cek Wilayah Siaga Jelang Tahun Baru

Ia menegaskan bahwa cinta sejatinya hanyalah sebuah emosi. Layaknya cuaca, emosi ini bersifat fluktuatif. 

Stres pekerjaan, kurang tidur, kondisi kesehatan, hingga masalah finansial bisa membuat rasa cinta itu surut seketika.

Cinta tidak memiliki fitur otomatis untuk menyelesaikan konflik atau membayar tagihan. 

Baca juga: Berkah Natal: 18 Warga Binaan Lapas Kelas II A Gorontalo Terima Remisi, Dua Pulang ke Rumah

Bahkan pasangan paling harmonis di dunia pun pasti pernah bertengkar hebat. 

Lantas, jika cinta sedang libur, apa yang menahan pondasi hubungan agar tidak rubuh? Jawabannya adalah seni berkompromi.

Mengubah "Aku" Menjadi "Kita"

Pasangan yang bermental baja menyadari bahwa cinta tidak bisa memperbaiki segalanya, tetapi kompromi bisa.

Baca juga: BNNP Gorontalo 2025 dalam Angka: Ungkap 11 Kasus Narkoba, Pulihkan 128 Korban

Kompromi adalah jembatan negosiasi untuk menyatukan dua kepala yang berbeda.

Setiap orang membawa bagasi masa lalu, nilai-nilai, dan kebiasaan uniknya sendiri. 

Menuntut pasangan untuk sempurna sesuai standar kita adalah hal yang mustahil. 

Kunci dari kompromi yang sehat adalah kerelaan untuk mengubah pola pikir dari caraku dan caramu menjadi cara kita.

Baca juga: BNNP Gorontalo Rehabilitasi 128 Korban Penyalahgunaan Narkoba Sepanjang 2025, Dominasi Remaja

Bukan Soal Menang atau Kalah

Perlu diingat, kompromi bukan berarti Anda kalah dan pasangan menang, atau sebaliknya. 

Kompromi yang efektif harus berakar pada rasa kebersamaan.

Sebuah penelitian menarik menunjukkan bahwa pasangan yang saat bertengkar menggunakan kata ganti kita (bahasa kolaboratif), justru merasa lebih terhubung dan puas setelah masalah terselesaikan. 

Ini membuktikan bahwa ketika konflik dipandang sebagai musuh bersama yang harus dihadapi berdua, ikatan justru makin kuat.

Jadi, mulailah belajar bernegosiasi dengan realita. Hubungan yang awet bukan tentang tidak pernah ribut, melainkan tentang dua orang yang mau saling mendengar, menurunkan ego, dan bertemu di tengah-tengah demi tujuan bersama.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Beautynesia

Author
TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU