Kata Wamenhan saat Tampil di Peran Saka: Nasionalisme Terdegradasi, Persatuan adalah Kunci
GORONTALO – Wakil Menteri Pertahanan (Wamenhan) RI, Donny Ermawan, menyoroti adanya kecenderungan degradasi rasa nasionalisme di kalangan masyarakat, khususnya generasi muda.
Hal ini disampaikannya saat mengisi sesi jumpa tokoh bertema wawasan kebangsaan dan bela negara pada Peran Saka Nasional di Gorontal, Kamis malam, 6 November 2025
Menurut Donny, penurunan semangat nasionalisme terjadi karena generasi saat ini tidak lagi memahami besarnya pengorbanan para pendahulu dalam merebut kemerdekaan.
“Mungkin ada degradasi rasa nasionalisme. Itulah yang ingin kita perbaiki. Mungkin karena tidak mengetahui pendahulu kita bekerja keras, bagaimana mereka dulu merebut kemerdekaan," katanya.
"Sekarang kita tinggal menikmati sehingga tidak sadar biar bagaimanapun kita asih perlu upaya bela negara," sambungnya.
Pelajaran dari Sejarah Penjajahan
Donny mengingatkan bahwa biaya persatuan yang diraih bangsa ini sangat mahal.
Baca juga: Jalan Rusak di Kota Gorontalo Mulai Diperbaiki, Pemerintah Utamakan yang Prioritas
Ia merujuk pada sejarah masa penjajahan sebagai bukti nyata bahwa perpecahan adalah sumber kehancuran.
“Rasa persatuan yang kita raih itu mahal sekali. Dari kita dijajah VOC, Belanda, kemudian Jepang, kita dikuasai karena kita tidak bersatu, kita dipecah-pecah,” tegasnya.
Oleh karena itu, upaya menjaga persatuan hingga saat ini masih sangat relevan.
Baca juga: Ormas di Kota Gorontalo Harus Aktif Bangun Daerah, Jangan Ketinggalan Zaman
Menurutnya, persatuan adalah syarat mutlak untuk kelangsungan pembangunan negara ke depan.
“Nah, makanya, bukan tidak relevan lagi mengupayakan persatuan, tetap kita harus upayakan. Ke depab kita membangun negara ini harus bersatu, kalau tidak, ya, tidak jalan negara ini,” imbuhnya.
Seruan Dukungan Terhadap Pemimpin
Dalam konteks politik saat ini, Wamenhan menyerukan agar seluruh elemen masyarakat bersatu dan mempercayai pemimpin negara yang sudah terpilih secara konstitusional.
“Saat ini kita punya pemimpin negara hasil pemilihan, mari kita percayakan, kalau mau ganti pemimpin masih lima tahun lagi, tapi yang saya harapkan kita semua bersatu,” ajaknya.
Wamenhan Donny Ermawan menutup sesi dengan peringatan keras terkait risiko kekayaan sumber daya alam.
Ia menegaskan, tanpa persatuan dan pengelolaan yang benar, kekayaan tersebut justru bisa menjadi pemicu perpecahan bangsa.
“Negara kita punya banyak sumber daya alam, kalau kita tidak bersatu, tidak dikelola dengan benar, kita bisa terpecah-pecah lagi,” pungkasnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Liputan