GORONTALO – Upaya Pemerintah Provinsi Gorontalo dalam menekan angka stunting menunjukkan hasil menggembirakan.
Berdasarkan data Survei Status Gizi Indonesia (SSGI) tahun 2024, Provinsi Gorontalo berhasil mencatatkan penurunan prevalensi stunting secara signifikan.
Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Gorontalo, Anang S. Otoluwa, menyampaikan bahwa berdasarkan hasil SSGI terbaru, angka stunting di Gorontalo turun dari 26,9% pada tahun 2023 menjadi 23,8% pada 2024.
Baca juga: Pemprov Gorontalo Imbau Waspada COVID-19 Saat Kepulangan Jemaah Haji
“Berdasarkan Hasil SSGI tahun 2024, Provinsi Gorontalo berhasil menurunkan angka stunting dari 26,9% pada Survei Kesehatan Indonesia tahun 2023 menjadi 23,8% ditahun 2024,” kata Anang.
Kunci keberhasilannya apa?
Ia menekankan bahwa keberhasilan tersebut tidak terlepas dari kolaborasi kuat antar lintas sektor, baik untuk intervensi spesifik maupun intervensi sensitif. Peran para kader posyandu di tingkat desa juga disebut sebagai bagian penting dari keberhasilan ini.
“Saya sangat mengapresiasi dedikasi dan kerja keras seluruh tim, mulai dari tingkat provinsi hingga kader posyandu di desa-desa. Keberhasilan ini adalah hasil dari komitmen dan sinergi kita bersama,” ujarnya.
Dalam upaya memperkuat langkah penurunan stunting, Anang juga menyoroti salah satu inovasi yang telah dijalankan, yaitu program Bele Mo’o Sehati, yang menyasar keluarga dengan balita yang mengalami masalah gizi maupun stunting.
Baca juga: Warga Kota Gorontalo yang Suka Mabuk Siap-siap Kehilangan Bantuan dan BPJS
“Inovasi ‘Bele Mo’o Sehati’ ini mendapatkan dukungan yang kuat dari berbagai lintas sektor terkait, termasuk Baznas, BKKBN, dan Tim Penggerak PKK, yang semakin memperkuat upaya kita di lapangan,” tambah Anang.
Keberhasilan ini menjadi salah satu indikator bahwa berbagai intervensi di bidang gizi dan kesehatan telah berjalan efektif.
Diharapkan ke depan, seluruh puskesmas dapat meningkatkan pemanfaatan kegiatan Pemberian Makanan Tambahan (PMT) berbasis lokal untuk mendukung capaian yang lebih baik.
Baca juga: Banyak Pelaku Usaha di Kota Gorontalo Abai Pajak, Ada Juga yang Nuggak Hingga Ratusan Juta
Penurunan angka stunting di Gorontalo juga menjadi bagian penting dalam membangun sumber daya manusia yang sehat dan berkualitas.
Pemerintah daerah pun terus didorong untuk memperkuat program kesehatan anak sejak dini, memperbaiki akses sanitasi, serta menyediakan layanan gizi dan kesehatan yang merata hingga ke pelosok.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Dinas Kesehatan