Ilustrasi prospek cuaca Gorontalo empat hari ke depan (Istimewa)
GORONTALO – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan rilis terbaru prospek cuaca di wilayah Indonesia untuk periode 13 hingga 16 Maret 2026.
Secara umum, sebagian besar wilayah tanah air diprediksi akan mengalami hujan dengan intensitas ringan hingga sedang.
Namun, masyarakat diimbau untuk memberikan perhatian ekstra terhadap potensi peningkatan curah hujan dengan skala sedang hingga lebat.
Baca juga: 11 Jam Live TikTok Tanpa Putus Bareng Indosat, Dave Hendrik – Iwet Ramadhan Pecahkan Rekor MURI
Berdasarkan pantauan data satelit, wilayah Gorontalo termasuk dalam daftar daerah yang diprediksi akan diguyur hujan intensitas tinggi dalam beberapa hari ke depan.
Selain Gorontalo, peningkatan intensitas hujan juga berpotensi melanda beberapa wilayah.
Sumatera meliputi Sumatera Utara, Sumatera Barat, Riau, Jambi, Sumatera Selatan, Bengkulu, Lampung, dan Kepulauan sekitarnya.
Baca juga: 9 Pos Strategis Disiagakan Amankan Mudik dan Lebaran Ketupat di Kabupaten Gorontalo
Jawa meliputi Jawa Barat, Jawa Tengah, dan Jawa Timur. Nusa Tenggara meliputi NTB dan NTT.
Kalimantan meliputi Kalimantan Tengah, Timur, Utara, dan Selatan.
Sulawesi meliputi Sulawesi Utara, Tengah, Barat, Selatan, dan Tenggara.
Baca juga: Cegah Stunting Lewat Literasi Rupiah: Inovasi Unik Pemkab Gorontalo dan Bank Indonesia
Maluku & Papua neliputi Maluku Utara, Maluku, serta seluruh wilayah Papua.
BMKG secara khusus mengeluarkan status Siaga untuk wilayah Papua Tengah karena adanya potensi hujan sangat lebat.
Sementara itu, untuk wilayah Sulawesi Utara, terdapat peringatan dini terkait potensi angin kencang yang dapat terjadi sewaktu-waktu.
Mengingat dinamika atmosfer yang masih sangat dinamis, BMKG mengingatkan masyarakat dan pemerintah daerah untuk tetap waspada terhadap ancaman bencana hidrometeorologi.
Potensi hujan lebat yang disertai petir dan angin kencang dapat memicu banjir, tanah longsor, hingga pohon tumbang.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: BMKG