GORONTALO – Bupati Gorontalo, Sofyan Puhi, turun langsung meninjau kondisi objek wisata kolam pemandian Taluhu Barakati pada Senin (1/6/2026).
Langkah ini diambil guna memonitoring rencana pemugaran kembali destinasi wisata lokal itu.
Agenda peninjauan lapangan ini menjadi sinyal awal keseriusan pemerintah daerah dalam menyiapkan proyek renovasi menyeluruh.
Baca juga: Deretan Amalan di Malam 1 Muharram untuk Menyambut Tahun Baru Islam
Pasalnya, aset wisata potensial ini sudah cukup lama terbengkalai dan tidak beroperasi secara optimal.
Sofyan bilang bahwa Taluhu Barakati menyimpan potensi besar untuk kembali bersinar sebagai salah satu destinasi liburan andalan daerah.
Kendati demikian, ia menegaskan adanya urgensi perbaikan pada aspek fasilitas utama serta infrastruktur penunjang sebelum objek wisata ini resmi dibuka kembali.
Baca juga: Menatap Kuat Lawan di FIFA Matchday, John Herdman Fokus Bangun Kekompakan Skuad Garuda
“Sudah cukup lama tempat ini tidak digunakan sehingga ada beberapa hal yang harus dibenahi,” ujar Sofyan.
Dalam waktu dekat, Pemerintah Kabupaten Gorontalo segera membangun koordinasi intensif dengan pihak Dinas Pariwisata.
Sinergi ini difokuskan untuk merumuskan langkah taktis terkait penataan ulang serta cetak biru pengembangan kawasan wisata tersebut.
Baca juga: Kapan Tahun Baru Islam 1448 H? Ini Kalender Hijriah Juni 2026
Adapun beberapa fasilitas yang menjadi sorotan utama pemkab meliputi pemulihan kondisi kolam pemandian yang ada di lokasi.
Selain itu, aksesibilitas dan sarana pendukung lainnya juga dinilai wajib mendapatkan sentuhan perbaikan sesegera mungkin.
“Kita akan membicarakan hal ini dengan Dinas Pariwisata agar objek wisata ini dapat difungsikan kembali. Mulai dari kolam pemandian hingga infrastruktur pendukung akan menjadi bagian yang harus dibenahi,” tuturnya.
Lebih lanjut, Sofyan memandang bahwa eksistensi destinasi wisata yang hidup tidak sekadar memajukan sektor pariwisata daerah semata.
Dampak yang jauh lebih krusial adalah hadirnya stimulus positif bagi roda perekonomian warga yang bermukim di sekitar lokasi.
Aktivitas pelesiran di tempat ini diproyeksikan mampu membuka ladang bisnis baru bagi para pelaku UMKM lokal.
Alhasil, sirkulasi keuangan di tingkat desa akan berputar cepat sekaligus berpotensi menggenjot pundi-pundi Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kabupaten Gorontalo.
“Kalau objek wisata ini kembali berjalan, dampaknya akan dirasakan masyarakat sekitar. UMKM bisa tumbuh dan berkembang, serta memberikan kontribusi terhadap PAD Kabupaten Gorontalo dari sektor pariwisata,” pungkas Sofyan.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Pemkab Gorontalo