GORONTALO – BMKG kembali menegaskan adanya ancaman gempa bumi besar dari zona megathrust di perairan Indonesia.
Energi kolosal yang tersimpan di bawah lempeng tektonik Nusantara ini berpotensi dilepaskan kapan saja.
Kondisi ini menempatkan 13 wilayah di Indonesia, termasuk Sulawesi Utara, yang berdekatan dengan Gorontalo, dalam kategori zona merah risiko tinggi.
Peringatan ini menjadi peringatan serius bagi masyarakat di seluruh wilayah rawan untuk meningkatkan kesiapsiagaan mitigasi.
Mengenal Ancaman Megathrust
Megathrust didefinisikan sebagai zona tumbukan antara lempeng samudra dan lempeng benua, yang menyimpan energi dahsyat.
Gesekan konstan di zona ini menyebabkan penumpukan tekanan yang ketika dilepaskan secara tiba-tiba dapat memicu gempa bermagnitudo ekstrem dan berpotensi menimbulkan gelombang tsunami destruktif.
Baca juga: Peserta Peran Saka Nasional 2025 Mulai Tiba di Gorontalo, 2.274 Pramuka Siap Berkemah
BMKG mengidentifikasi 13 zona aktif ini sebagai kawasan seismic gap atau wilayah yang telah lama "diam" dan belum melepaskan energi besar.
Alhasil wilayah-wilayah ini memiliki risiko tinggi terhadap guncangan kuat di masa mendatang.
Daftar 13 Zona Aktif yang Diwaspadai
Pemetaan terbaru BMKG menunjukkan 13 zona megathrust aktif di Indonesia yang harus diwaspadai karena potensi gempa kuat dan tsunami di wilayah pesisir.
Baca juga: Peringati Sumpah Pemuda, 53 Organisasi Pemuda Gelar Upacara di Wisata Longalo Bone Bolango
Aceh hingga Jawa:
Aceh–Andaman, Nias–Simeulue, Batu, Mentawai–Siberut, Mentawai–Pagai, Enggano, Selat Sunda–Banten, Jawa Barat–Jawa Tengah, dan Jawa Timur.
Bali dan Wilayah Timur:
Bali–Lombok–Sumbawa, Nusa Tenggara Timur (NTT), Sulawesi Utara, dan Papua.
Ancaman tsunami dari zona-zona ini dapat menyasar pantai-pantai di Sumatera bagian utara, Mentawai, Enggano, pesisir Banten hingga Lampung, seluruh pantai selatan Jawa, NTT, dan wilayah pesisir terkait di Sulawesi Utara.
Mitigasi: Kunci Jawab Kesiapsiagaan
Peringatan BMKG ini bertujuan memicu tindakan mitigasi yang proaktif, bukan kepanikan. Masyarakat di zona rawan harus segera mengambil langkah-langkah konkret:
1. Jalur Evakuasi: Tentukan dan praktikkan jalur evakuasi menuju zona aman tsunami.
2. Tas Siaga: Sediakan tas darurat berisi dokumen, air, obat-obatan, dan senter.
3. Penguatan Struktur: Evaluasi dan perkuat bangunan rumah agar tahan terhadap guncangan gempa besar.
4. Edukasi Bencana: Aktif mengikuti sosialisasi dan simulasi kesiapsiagaan dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD).
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Goodstats, BMKG