Ilustrasi peringatan dini cuaca (Istimewa)
GORONTALO – BMKG merilis peringatan dini cuaca yang diprediksi melanda Indonesia antara 28 hingga 30 Oktober 2025.
Dikutip dari laman resmi BMKG, secara umum kondisi langit di Tanah Air akan didominasi awan tebal hingga hujan ringan.
Namun, BMKG mendeteksi adanya dinamika atmosfer yang memicu peningkatan intensitas hujan, khususnya hujan sedang.
Baca juga: Peserta Peran Saka Nasional 2025 Mulai Tiba di Gorontalo, 2.274 Pramuka Siap Berkemah
Gorontalo dan Wilayah Lain Diimbau Waspada Hujan Sedang
Provinsi Gorontalo masuk dalam daftar panjang wilayah yang harus mewaspadai peningkatan curah hujan kategori sedang selama 28-30 Oktober 2025.
Wilayah lain yang juga diimbau waspada terhadap potensi hujan sedang yakni Sumatra Selatan, Kepulauan Bangka Belitung, Bengkulu, Lampung, Banten, DKI Jakarta, DI Yogyakarta, Jawa Timur, Bali, Nusa Tenggara Barat, Nusa Tenggara Timur, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Timur, Kalimantan Utara, Kalimantan Selatan, Sulawesi Utara, Sulawesi Tengah, Sulawesi Barat, Sulawesi Tenggara, Maluku Utara, Maluku, hingga sebagian besar wilayah Papua.
Baca juga: Peringati Sumpah Pemuda, 53 Organisasi Pemuda Gelar Upacara di Wisata Longalo Bone Bolango
Sementara itu, beberapa provinsi diprediksi menghadapi ancaman cuaca yang lebih serius, dengan level peringatan dinaikkan menjadi siaga atau berpotensi hujan lebat hingga sangat lebat.
Hujan lebat ini berpotensi disertai kilat/petir dan tiupan angin kencang.
Daerah yang berada dalam status siaga hujan lebat meliputi Sumatra Selatan, Banten, DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Sulawesi Selatan, dan Papua Pegunungan.
Baca juga: Peran Saka Nasional 2025 Siap Digelar, Sofyan Puhi: Tinggal Tunggu Peserta
Selain itu, risiko angin kencang perlu diwaspadai di wilayah lain, yaitu Sumatra Selatan, Lampung, Banten, Jawa Barat, Bali, Nusa Tenggara Barat, dan Nusa Tenggara Timur.
Menghadapi potensi perubahan cuaca yang signifikan, BMKG memberikan beberapa imbauan untuk masyarakat.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: BMKG