Selasa, 14 OKTOBER 2025 • 16:17 WIB

Anggota DPRD Gorontalo Utara, Dheninda Chaerunnisa Didemo Gegara Imbauan Praktik Calo PPPK

Author

Anggota DPRD Gorontalo Utara, Dheninda Chaerunnisa ngaku didemo gegara imbauan praktik calo PPPK (HO/Husnul Puhi)

GORONTALO — Baru-baru ini publik dihebohkan dengan potongan video anggota DPRD Gorontalo Utara, Dheninda Chaerunnisa.

Dalam video itu, Dheninda terlihat memiringkan bibirnya, yang kemudian disebut meledek massa aksi dalam sebuah demo.

Setelah menuai kritik tajam dari publik, Dheninda menceritakan duduk persoalan yang sebenarnya.

Baca juga: Viral di Medsos Anggota DPRD Gorontalo Utara Diduga Cibir Massa Aksi, Begini Klarifikasinya

Dheninda mengakui demo yang berlangsung di DPRD Gorontalo Utara pada Senin, 13 Oktober 2025 memang ditujukan untuknya.

Ia didemo lantaran pernyataannya di salah satu media tentang imbauan menghindari praktik calo dalam seleksi PPPK.

Ada tiga tuntutan yang disampaikan massa aksi. Salah satunya menuntut Ketua DPRD Gorontalo Utara menggelar rapat bersama Dheninda, yang juga Ketua Komisi III terkait pernyataannya soal calo PPPK.

Baca juga: Tren Permohonan Dispensasi Nikah di Kabupaten Gorontalo Tahun Ini Diprediksi Turun

"Saya juga bingung dengan tuntutan itu. Ini yang dituntut sebenarnya apa?" ujarnya Selasa, 14 Oktober 2025.

Dheninda menceritakan sebelum potongan videonya viral, ia sempat didatangi seorang warga untuk meminjam uang sebesar Rp5 juta.

Uang tersebut, katanya, untuk melunasi biaya seleksi PPPK.

"Ada karyawan saya datang ke rumah nangis-nangis mau pinjam uang. Katanya untuk bayar anaknya masuk PPPK, kalau tidak [bayar], tidak akan lulus," katanya.

Baca juga: Fakta-Fakta Penangkapan Karimu: Pelarian Panjang Residivis Kambuhan Berakhir di Sungai Bone

"Saya yakinkan bahwa pendaftaran calon PPPK tidak ada pungutan biaya, kalau pun ada, itu ilegal, apalagi dalam jumlah yang banyak berarti itu calo," sambungnya.

Meski sudah dijelaskan bahwa pendaftaran calon PPPK gratis, warga tersebut belum juga percaya. Bahkan, ia mengungkapkan, banyak yang sudah membayar hingga Rp7 juta. 

Namun, Dheninda tetap tak memberikannya uang terebut. 

"Kalau saya kash berarti saya mendukung praktik-praktik seperti itu," tegasnya.

Baca juga: Dana Transfer ke Daerah Berkurang, TPP ASN Kabupaten Gorontalo Tetap Aman Tahun Depan

Tak ingin banyak korban, Dheninda pun membuat sebuah imbauan lewat beberapa media online.

Sayangnya, upaya Dheninda malah dipelintir oleh orang lain seakan-akan bahwa calo dimaksud adalah aktivis.

"Tiba-tiba muncul berita dari salah salah satu aktivis, dia pelintir berita. Dia bilang seakan-akan saya billang calo itu adalah aktivis. Ini bohong, ini fitnah. Tidak pernah saya bilang aktivis," katanya.

"Saya dibilang bicara tanpa dasar, padahal ada aduan masyarakat. Masa saya sebagai wakil rakyat dapat yang begini hanya diam?" katanya lagi.

Minta Maaf

Terkait gerakan bibirnya yang disebut meledek massa aksi, Dheninda bilang ekspresi itu ditujukan kepada karyawanya yang hadir saat demo.

Saat itu, beberapa orang karyawannya seakan memberi kode bahwa mereka mendukung aksi Dheninda. 

Dheninda pun membalas kode mereka dengan ekspresi yang disebut meledek massa aksi, padahal ekspresi itu ditujukan kepada karyawannya sebagai tanda bahwa dirinya siap menghadapi massaaksi.

"Tidak semua orang tahu kejadian sebenarnya. Buat apa saya mencibir toh, saya berdiri kemarin di tengah pendemo itu untuk rakyat, kok? tegasnya.

Kendati demikian, Dheninda tetap menyampaikan permintaan maaf kepada publik karena potongan videonya tersebut.

"Sekali lagi kepada mereka yang memandang ekspresi saya salah tanpa tahu kejadian sebenarnya, dengan segala kerendahan hati saya tetap minta maaf," pungkasnya.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Liputan

Author
TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU