Jumat, 12 SEPTEMBER 2025 • 12:29 WIB

Biaya Perbaikan Videotron Pemprov Gorontalo yang Rusak Parah Usai Demo Cukup Mahal

Author

Videotron milik Pemprov Gorontalo di Simpang Lima Telaga belum berfungsi sejak demo (HO/Husnul Puhi)

GORONTALO – Perbaikan videotron milik Pemerintah Provinsi (Pemprov) Gorontalo di Simpang Lima Telaga yang rusak parah usai demo cukup mahal.

Perangkat elektronik berukuran besar itu menjadi sasaran lemparan batu saat polisi berusaha mengendalikan situasi.

Pemerintah mencatat sedikitnya ada 19 titik kerusakan pada layar, dengan kerugian diperkirakan mencapai puluhan juta rupiah.

Baca juga: Alasan Pria Asal Gorut Curi Bentor karena Belum Makan Dua Hari, Kini Terancam 7 Tahun Penjara

Pranata Humas Diskominfo Provinsi Gorontalo, Leisyawati Ali, mengungkapkan bahwa pihaknya sebenarnya sudah mematikan videotron sebelum aksi berlangsung.

Hal itu dilakukan untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan, termasuk kerusakan.

"Karena kita tahu bahwa ketika konten videotron menyala saat demo, bisa memicu emosi dari para pendemo," ujar Leisyawati, Kamis, 11 September 2025.

Baca juga: PDAM Pastikan Pasokan Air Selama Peran Saka Nasional 2025 di Kabupaten Gorontalo Aman

Hasil pemeriksaan menunjukkan kerusakan cukup serius. Lemparan batu menghantam modul dan layar hingga sekitar 60 persen bagian videotron tidak berfungsi lagi.

"Ada sekitar 18 sampai 19 lemparan batu yang menyebabkan kurang lebih 60 persen kerusakan yang ada," jelasnya.

Akibatnya, videotron yang selama ini digunakan untuk menayangkan informasi publik, promosi pariwisata, hingga iklan resmi pemerintah tidak bisa beroperasi.

Baca juga: Dinas PPA Kabupaten Gorontalo Sebut Anak Korban Dugaan Penganiayaan Polisi Trauma Berat

Padahal, keberadaan videotron di Simpang Lima Telaga berkontribusi terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD) Provinsi Gorontalo.

"Videotron ini merupakan salah satu aset negara di bawah kewenangan dari Diskominfo untuk penyebaran informasi ke masyarakat secara luas," lanjut Leisyawati.

Proses perbaikan diperkirakan menelan biaya cukup besar. Pasalnya, modul yang digunakan merupakan tipe lama dan sudah tidak diproduksi lagi.

"Jadi kita harus menggantinnya dengan yang baru dan itu hampir keseluruhan, karena modul yang rusak itu sudah tidak produksi lagi, dan tiap satu layar itu terdiri dari 43 modul, otomatis dana untuk perbaikan videotron ini cukup mahal," terangnya. 

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Liputan

Author
TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU