Rabu, 03 SEPTEMBER 2025 • 07:23 WIB

Ternyata Ini yang Diduga Dalang Kericuhan Demo Tolak Tunjangan DPR di Gorontalo

Author

Muhamad Arif Hidayatullah Bina dan Andi Taufik massa aksi yang ditangkap polisi saat demo di Gorontalo (Indozone Gorontalo)

GORONTALO - Demo menolak tunjangan DPR di Gorontalo, tepatnya di Simpang Lima Telaga berujung ricuh.

Massa aksi menyerang polisi dengan lemparan batu, sedangkan polisi membalas dengan tembakan gas air mata. 

Bentrok aparat dan massa aksi membuat aktivitas lalu lintas lumpuh total.

Baca juga: Dibebaskan, Polisi Pastikan Hanya 11 Demonstran Ditangkap Usai Aksi Ricuh di Gorontalo

Kericuhan ini berujung ditangkapnya belasan demonstran.

Dari keterangan polisi ada 11 demonstran yang ditahan di Mapolda Gorontalo, terdiri dari aktivis, dan mahasiswa. 

Polisi menerapkan Pasal 160 Jo Pasal 170 subs Pasal 55 KUHP terkait penghasutan dan kekerasan terhadap orang atau barang.

Baca juga: Polisi Bebaskan Demonstran yang Ditangkap saat Demo di Gorontalo

Walau begitu, kasus ini tidak dilanjutkan ke tahap penyidikan. 11 demonstran yang ditangkap akhirnya bebas secara bersyarat.

Orang tua mereka diminta menandatangani surat penyataan agar anaknya tidak mengulangi hal yang sama. 

"Apabila anaknya melakukan hal yang sama, kasus ini kita naikkan lagi," kata Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Gorontalo, Kombes Pol Ade Permana.

Baca juga: Puluhan Kader IMM Geruduk Polda Gorontalo Usai Ketuanya Ditangkap Saat Demo

Diduga Ada Penyusup

Muhamad Arif Hidayatullah Bina, salah satu demonstran yang ditangkap menegaskan bahwa kericuhan yang terjadi saat demo bukan ulah massa aksi.

Ia menduga ada pihak lain atau penyusup yang sengaja memancing kericuhan di tengah aksi.

"Sebagai bagian dari massa aksi, saya ingin mengklarifikasi bahwa kericuhan kemarin tidak lahir dari massa aksi. Ada beberapa orang tidak teridentifikasi sebagai massa aksi," katanya.

Ia bahkan tidak mengenali sama sekali wajah-wajah perusuh seperti yang tersebar di media sosial.

"Saya sendiri tidak mengenali mereka terutama yang ada di video, yang melakukan pelemparan, dan sebagainya," pungkasnya.

Sementara itu, Andi Taufik, rekan Arif yang juga ditangkap mengaku tetap akan menyuarakan kepentingan rakyat, tapi dengan cara yang lebih tertib.

"Kita tetap berkomitmen memperjuangkan hak rakyat. Insyaallah ke depan ini akan kita sampaikan lewat aksi yang lebih kondusif," ujarnya.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Liputan

Author
TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU