Minggu, 31 AGUSTUS 2025 • 12:00 WIB

102 Kasus Suspek Campak Tercatat di Kabupaten Gorontalo, Limboto Terbanyak

Author

Dinas Kesehatan Kabupaten Gorontalo catat 102 kasus suspek campak dalam waktu Januari hingga Agustus 2025 (Istimewa)

GORONTALO – Sejak Januari hingga Agustus 2025 terdapat 102 kasus suspek campak di Kabupaten Gorontalo.

Dari jumlah tersebut, Kecamatan Limboto menjadi penyumbang terbanyak dengan 67 kasus.

Rany Aneta, Subkoordinator Surveilans dan Imunisasi Dinkes Kabupaten Gorontalo mengatakan pada minggu ke-31 dan ke-32 terjadi lonjakan kaus suspek campak di Limboto, terutama di Kelurahan Hutuo.

Baca juga: Jangan Anggap Remeh, Campak 18 Kali Lebih Cepat Menular dari Covid-19

Pihaknya pun langsung turun ke lapangan melakukam sweeping imunisasi campak terhadap anak atau bayi di kelurahan tersebut.

"Minggu ke-31 dan ke-32 itu ada peningkatan kasus suspek di Limboto, Kelurahan Hutuo. Itu sudah kita lakukan upaya lewat sweeping imunisasi campak. Jadi kita punya mingguan epidemiologi yang memantau SKDR (Sistem Kewaspadaan Dini terhadap Respon)," kata Rany.

Rany menjelaskan campak bukan penyakit biasa yang bisa dianggap remeh. Campak jauh lebih cepat menular dari Covid-19.

Baca juga: 3 Daerah di Gorontalo Berstatus KLB Campak, Dikes Kabupaten Gorontalo Gencar Sweeping Imunisasi

Lebih bahaya jika campak disertai komplikasi. Dampaknya pun bisa sampai menyebabkan kebutaan.

Meski begitu, campak bisa dicegah lewat imunisasi. Ia berharap masyarakat bisa lebih peka dengan penyakit yang umumnya menyerang bayi atau anak-anak ini.

"Ini penyakit yang dicegah lewat imunisasi. Jadi kalau ada peningkatan status suspek, kita turun lagi screening bayi yang belum mendapat imunisasi kemudian kita kejar imunisasinya biar kekebalannya teebentuk karena ini menular," ujarnya.

Baca juga: 14 Provinsi dengan Kasus KLB Campak Terbanyak per Agustus 2025: Gorontalo Masuk

"Cuma memang orang-orang tidak terlalu peka, mereka lebih takut covid. Yang dikhawatirkan komplikasinya. Anak yang kurang gizi, kekebalannya di bawah, rentan tertular. Kalau komplikasi bisa ke paru, kalau ke mata bisa mengalami kebutaan," sambungnya.

Sampai dengan sekarang, pihak dinas kesehatan, kata Rany terus menggencarkan sweeping vakssinasi campak.

Ini dilakukan untuk mencegah kasus suspek campak di Kabupaten Gorontalo agar tidak semakin bertambah bahkan sampai berstatus kejadian luar biasa.

Setiap mendapat laporan kasus suspek campak, Rany bersama puskesmas, dan kader kesehatan langsung melakukan pendataan.

"Suspek itu harus disertai dengan sampel untuk mematikan apakah itu benar campak atau tidak. Beberapa kasus kita tindak lanjut dengan screening vaksinasinya," katanya.

"Apabila ditemukan belum ada vaksinasi campak, apalagi kalau belum lima tahhun, kita mengejar vaksinasinya melalui imunisasi kejar," sambungnya.

Berdasarkan data Kementerian Kesehatan, ada tiga daerah di Gorontalo beratatus KLB campak.

Tiga daerah itu adalah Kota Gorontalo, Kabupaten Boalemo, dan Kabupaten Pohuwato.

Di Kabupaten Pohuwato tercatat 281 kasus. Mayoritas pasiennya anak balita. Parahnya 60 persen pasien tidak pernah mendapatkan imunisasi campak. Bahkan ada kasus yang disertai komplikasi.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Liputan

Author
TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU