Minggu, 31 AGUSTUS 2025 • 09:35 WIB

Agus Hilimi, Warga Kabgor yang Dipaksa Jadi Scammer di Kamboja Akhirnya Bisa Pulang ke Gorontalo

Author

Agus Hilimi, warga Kabupaten Gorontalo yang dipaksa jadi scammer di Kaboja berfoto bersama keluarga setelah tiba di Gorontalo (Istimewa)

GORONTALO - Agus Hilimi, warga Gorontalo yang dipaksa jadi scammer di Kamboja akhirnya pulang kampung, Minggu, 31 Agustus 2025. 

Kepulangan Agus ke kampung halaman disambut perasaan keluarga, terutama ibunya. Isak tangis pun pecah ketika Agus memeluk ibunya.

"Sampai di rumah pukul 07.35 Wita hari ini," kata Suhesti Puti, salah satu keluarga kepada Indozone Gorontalo.

Baca juga: Warga Gorontalo yang Dijadikan Pekerja Scammer di Kamboja Cuma Urus Paspor Liburan ke Malaysia

Suhesti mengatakan Agus tiba di Gorontalo dalam keadaan sehat.

Agus bertolak dari Kamboja ke Jakarta pada Jumat, 29 Agustus 2025 kemarin. Minggu, 31 Agustus 2025 ia baru bertolak dari Jakarta ke Gorontalo.

Dari Jakarta ke Gorontalo ia dijemput salah satu angota DPRD Kabupaten Gorontslo, Alghazali Katili.

"Alhamdulillah Agus sehat," ujar Suhesti.

Baca juga: Warga Gorontalo Kena Tipu Lowongan Kerja, Kini Dipaksa Jadi Scammer di Kamboja

Sekadar informasi, Agus sebelumnya berangkat ke Kamboja karena tergiur lowongan kerja ke luar negeri. Ia direkrut oleh temannya bernama Ebi.

Awalnya ia dijanjikan bekerja sebagai admin salah satu perusahaan di Thailand.

Namun, betapa kagetnya dia setelah tahu malah dibawa ke Kamboja.

Baca juga: Awal Mula Warga Gorontalo Jadi Scammer di Kamboja, Tertipu Teman Sendiri

Di sana ia dipaksa bekerja sebagai scammer via media sosial, Facebook.

Jika ingin pulang, Agus diwajibkan membayar denda Rp50 juta.

Setelah berhasil keluar dari perusahaan, Agus ditampung di KBRI sebelum akhirnya terbang ke Jakarta.

Kasus ini sempat viral di media sosial. Banyak yang turut prihatin dengan apa yang dialami Agus.

Agar hal yang sama tidak terulang, pemerintah mengingatkan warga Gorontalo yang ingin bekerja ke luar negeri harus melalui jalur resmi.

Namun, masyarakat tidak disarankan untuk bekerja ke Kamboja sebab pemerintah Indonesia tidak ada kerja sama perlindungan dan penempatan tenaga kerja asing dengan negara tersebut.

Jika mendapat tawaran lowongan pekerjaan ke luar negeri, baiknya mengecek kebenarannya dulu melalui kantor Pos Pelayanan Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (P4MI) Gorontalo atau menguhubungi dinas tenaga kerja.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Wawancara

Author
TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU