GORONTALO - Air mancur Taman Budaya Limboto sempat menjadi ikon Kabupaten Gorontalo. Fasilitas ini dibangun dengan dana APBD senilai Rp900 juta.
Saat diresmikan pada tahun 2019, air mancur Taman Budaya Limboto langsung menjadi spot buruan masyarakat.
Masyarakat beramai-ramai ingin menyaksikan atraksi air mancur warna warni yang bersanding dengan kemegahan menara keagungan Limboto.
Sayangnya, sejak pandemi Covid-19 fasilitas umum satu ini sudah jarang beroperasi. Ditambah lagi ada beberapa alat yang rusak sehingga warga sudah tak bisa menikmatinya lagi hingga sekarang.
Saking lamanya tak beroperasi, kondisi air mancur Taman Budaya Limboto cukup memprihatinkan.
Cat yang mulai luntur, alat yang mulai berkarat, hingga berlumut. Yang dulunya jadi pusat perhatian, sekarang dilupakan.
Baca juga: Catat! Pemerintah Ultimatum Warga Gorontalo agar Jangan Kerja di Kamboja
Alasan Berhenti Beroperasi
Plt Kadis Pekerjaan Umum Kabupaten Gorontalo, Romy Sjahrain mengungkapkan ada sejumlah kendala yang membuat salah satu ikon Limboto itu berhenti beroperasi.
Selain karena alat yang rusak, pemerintah kesulitan mendatangkan teknisi untuk memperbaikinya. Apalagi, fasilitas itu dibangun tanpa biaya pemeliharaan.
"Kta memang kesulitan mendatangkan teknisi yang biasa memperbaikinya. Itu dari Surabaya. Sementara itu tidak ada anggaran pemeliharaan," kata Romy.
Baca juga: Pemerintah Turun Tangan Tangani Kasus Warga Gorontalo Terjebak Jadi Scammer di Kamboja
Rencana Dibongkar
Karena sudah lama tak beroperasi, pemerintah mulai mempertimbangkan langkah membongkar fasilitas tersebut.
Romy mengaku telah diminta Bupati Gorontalo, Sofyan Puhi untuk mengkaji kembali apakah keberadaan air mancur Taman Budaya Limboto masih layak dipertahankan atau tidak.
Pertimbangan lain pembangunan air mancur Taman Budaya Limboto di lokasi saat ini justru menutup akses jalan umum yang dulunya digunakan masyarakat.
"Memang rencananya begitu. Kita tentu melihat kondisi sekarang yang sudah tidak berfungsi. Pemerintah maunya itu dimanfaatkan dulu," ujar Romy.
"Tapi banyak keluhan masyarakat terkait fasilitas itu. Apalagi itu kan, jalan, tapi sudah terhalangi dengan adanya fasilitas itu," ujar Romy lagi.
Secara keseluruhan, kata Romy, alat air mancur Taman Budaya Limboto masih berfungsi. Hanya saja ada beberapa alat tertentu yang butuh perbaikan.
Andai jadi dibongkar, pemerintah rencananya akan menggunakan alatnya untuk membangun taman air mancur yang baru di Telaga dan Limboto.
"Bupati sudah minta kami mengkaji dan melakukan upaya optimalisasi fasilitas itu apakah masih di situ atau kita pindahkan supaya aset ini bisa difungsikan di tempat lain," pungkasnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Liputan