Vaksinasi Kanker Serviks di SDN 2 Telaga Biru Disorot, Orang Tua Keberatan karena Tak Diberitahu
GORONTALO – Kegiatan vaksinasi kanker serviks di SDN 2 Telaga Biru menuai reaksi dari sejumlah orang tua murid.
Mereka menilai penyuntikan vaksin yang dilakukan pada Kamis, 22 Agustus 2025, tidak melalui pemberitahuan resmi kepada wali murid terlebih dahulu.
Rizal Karim, salah satu orang tua siswa kelas V, mengaku terkejut saat mengetahui anaknya sudah mendapat suntikan.
Baca juga: Perwira Polda Gorontalo Diduga Minta Fasilitas Kantor ke Penambang Emas Ilegal
"Saya kaget, makanya saya tanya ke grup WA, kenapa tidak diberitahu lebih dulu? Banyak orang tua yang komplain, tapi ada juga yang takut [protes]," katanya.
Ia menambahkan, selain tidak ada pemberitahuan, beberapa siswa mengalami gejala sakit setelah vaksinasi.
“Ada anak yang panas, bahkan muntah-muntah. Anak saya sendiri cuma flu,” sambungnya.
Pihak Sekolah Angkat Bicara
Wali kelas V SDN 2 Telaga Biru, Wiwin Mohamad, membenarkan bahwa ada kelalaian dalam menyampaikan informasi kepada orang tua.
Ia mengaku saat itu kondisinya kesehatannya menurun akibat padatnya kegiatan sekolah.
Meski demikian, sosialisasi sudah dilakukan oleh pihak puskesmas, tapi tidak sempat meneruskannya ke grup orang tua.
Baca juga: Dikbud Kabupaten Gorontalo Buka Suara Soal Baku Pukul Siswa SD di Pasmolim
“Saat sosialisasi saya kondisi sedang kurang sehat, kepala pusing, badan panas, dan HP juga lowbat. Jadi memang tidak sempat saya teruskan ke orang tua,” jelas Wiwin.
Ia menyebut, sebelum vaksinasi dilakukan, anak-anak terlebih dahulu ditanya kesediaannya. Dari total 14 siswa perempuan kelas V, 13 di antaranya bersedia divaksin, sementara satu orang tidak hadir.
Terkait efek samping, Wiwin mengakui ada dua siswa yang sempat mengalami demam.
Namun setelah dipantau bersama tenaga kesehatan puskesmas, kondisi mereka berangsur pulih.
"Syukurlah sekarang sudah sehat kembali. Bahkan ada yang sudah masuk sekolah,” ungkapnya.
Minta Maaf
Wiwin menambahkan, kerja sama sekolah dengan puskesmas dalam bidang kesehatan bukan kali ini saja.
Selama ini sudah ada program pemeriksaan maupun imunisasi rutin. Ia juga menyampaikan permintaan maaf kepada seluruh orang tua murid.
“Ini murni kelalaian saya, tidak ada unsur lain. Saya sudah sampaikan permintaan maaf berkali-kali di grup WhatsApp. Kejadian ini jadi pelajaran bagi saya ke depan,” pungkasnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Liputan