GORONTALO - Aksi Afrizal Noor Said, mahasiswa Fakultas Sastra dan Budaya Universitas Negeri Gorontalo (UNG) yang tampil membaca puisi sambil merokok berbuah sanksi dari pihak fakultas.
Semua bermula saat Afrizal, yang membawa nama Mapala Lomaya, tampil di hadapan mahasiswa baru pada kegiatan Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru (PKKMB), Kamis, 14 Agustus 2025.
Untuk menunjang pejampilannya, Afrizal sengaja menghisap rokok. Penampilannya rupanya mendapat sorotan dari Wakil Dekan III Fakultas Sastra dan Budaya, Herson Kadir.
Baca juga: Irjen Pol Widodo Resmi Jabat Kapolda Gorontalo, Gantikan Irjen Pol R. Eko Wahyu Prasetyo
Herson kemudian meminta Ketua Mapala Lomaya, Regina Matika untuk emnyuruh anggotanya itu mematikan rokok karena dianggap menyalahi aturan PKKBM.
Namun, kode dari Regina tak terlihat Afrizal sehingga Herson harus menghentikan langsung aksinya. Sempat terjadi perdebatan lantaran Herson tak mengizinkan Mapala tampil.
"Saat itu Pak Herson sudah mengarahkan saya meminta Isal [Afrizal] mematikan rokoknya, tapi tidak berhasil makanya dia datang langsung ke Isal," kata Regina, Selasa, 19 Agustus 2025 kemarin.
Baca juga: Sambungan Air Ilegal di Kabupaten Gorontalo Marak Terjadi di Kawasan Perumahan
"Di situ terjadi negosiasi dan Pak Herson minta Mapala tidak usah tampil lagi. Karena ada negosiasi, akhirnya Mapala masih bisa tampil lagi selama 10 menit, bahkan lebih," sambungnya.
Setelah kejadian, pihak Mapala Lomaya dan Fakultas kembali duduk bersama untuk menyelesaikan masalah. Afrizal dan pihak Mapala Lomaya pun sudah meminta maaf sekaligus siap menerima sanksi.
"Kami sudah bicara dan meminta maaf kepada pak Herson dan seluruh mahasiswa terkait masalah itu. Kami sudah siap dengan sanksi dari fakultas," kata Regina.
Baca juga: Pemerintah Akan Tambah Kuota BBM Subsidi bagi Petani dan Nelayan di Kabupaten Gorontalo
Tanggapan Fakultas
Herson Kadir sendiri membantah menghentikan pertunjukan Mapala gegara ulah Afrizal. Ia hanya meminta agar Afrizal mematikan rokoknya. Walau begitu ia mengatakan kejadian ini telah diselesaikan bersama pimpinan fakultas.
"Saya berpedoman pada pedoman PKKMB, ada asas edukasi di situ, dan Mapala tidak menaati itu karena properti mereka tidak relevan dengan asas edukasi," kata Herson.
Afrizal dan Mapala Lomaya diberi sanksi ringan. Mereka dituntut minta maaf secara terbuka. Selain itu, pascakejadian ini, kegiatan Mapala Lomaya harus dikoordinasikan dan seizin pimpinan fakultas.
"Mengapa kami lakukan itu karena memang sebelumnya konsep itu tidak dikoordinasikan," ujar Herson.
Minta Maaf
Afrizal sendiri telah meminta maaf sesuai permintaan pimpinan fakultas.Ia juga mengakui salah karen memang sengaja menggunakan rokok untuk menunjang penampilannya.
"Rokok itu memang penunjang pertunjukan saya, katakanlah itu atraksi. Saat itu mahasiswa baru fokus pada puisi saya, bukan pada rokok, mereka tidak terganggu," ujar Afrizal.
"Saya sebagai anggota Mapala Lomaya minta maaf ataskejadian ini. Memang pertunjukan saya waktu itu tidak etis dari kacamata pendidikan," pungkasnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Liputan