GORONTALO - Dalam rangka memperingati Hari Keluarga Nasional (Harganas) ke-32, BKKBN Provinsi Gorontalo bersama mitra dari luar negeri menunjukkan aksi konkret untuk menurunkan angka stunting.
Lewat kolaborasi dengan City Harvest Singapore dan FHCC Gorontalo, BKKBN Provinsi Gorontalo menyalurkan bantuan nutrisi bagi ratusan keluarga yang tergolong berisiko tinggi mengalami stunting.
Bantuan Nutrisi untuk 150 Keluarga Berisiko Stunting
Kegiatan pertama dilaksanakan pada Jumat, 4 Juli 2025, bertempat di Kantor Perwakilan BKKBN Provinsi Gorontalo.
Sebanyak 150 keluarga yang terdiri dari ibu hamil dan bayi di bawah dua tahun (baduta) menerima bantuan nutrisi berupa bahan makanan bergizi.
Baca juga: Kasus Kekerasan Perempuan dan Anak di Gorontalo Masih Tinggi, Ini Catatan dan Upaya Penanganannya
Bantuan diberikan secara simbolis kepada 10 perwakilan keluarga penerima manfaat.
Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Gorontalo, Diano Tino Tandaju, menyampaikan terima kasih atas dukungan para mitra:
“Kami dengan segala kerendahan hati mengucapkan terima kasih kepada donatur City Harvest dan FHCC Gorontalo serta pemerintah yang bahu membahu dalam program penurunan stunting dan mewujudkan keluarga berkualitas di Gorontalo,” kata Diano.
Perwakilan dari City Harvest Singapore, Bobby Chaw, turut menyampaikan harapan dan semangatnya dalam aksi kemanusiaan ini.
“Pemberian ini tindakan kasih yang nyata dari kami. Kami berharap ada kegembiraan dan kesehatan dalam keluarga Anda. Kami berharap anak-anak Anda tumbuh dengan baik, dengan sehat,” ujar Bobby.
Respons Positif dari Masyarakat dan Penyuluh Lapangan
Kegiatan ini mendapat sambutan positif dari para penerima manfaat. Salah satunya adalah Mayan Sagita Ismail.
“Saya sangat bersyukur bisa mendapatkan dukungan seperti ini. Semoga program ini terus berlanjut dan makin banyak ibu-ibu seperti saya yang terbantu,” ujarnya.
Dari sisi tenaga penyuluh, Andriani Yantu, Penyuluh KB Kecamatan Kota Barat, menekankan pentingnya kesinambungan bantuan dan edukasi:
“Harapannya bantuan ini memotivasi keluarga untuk memberikan pola asuh terbaik untuk anak-anak mereka,” ujar Andriani.
Menjangkau Langsung Keluarga Rentan Stunting
Setelah menyerahkan bantuan di kantor, tim BKKBN bersama City Harvest Singapore dan FHCC Gorontalo kembali melanjutkan penyaluran bantuan.
Kali ini mereka turun langsung ke lapangan, tepatnya di Desa Hutadaa, Kecamatan Telaga Jaya, Kabupaten Gorontalo.
Baca juga: Kena Reviu Kemenkes, RSUD M.M Dunda Lakukan Pembenahan
Bantuan yang dibagikan berupa beras dan telur, menyasar keluarga berisiko stunting (KRS) sebagai bentuk kepedulian pada pemenuhan gizi anak sejak usia dini.
Bobby Chaw, yang kembali hadir di lokasi, menyampaikan rasa bahagia bisa ikut serta secara langsung
Kolaborasi Berkelanjutan untuk Cegah Stunting dari Akar
Diano Tino Tandaju menekankan pentingnya keberlanjutan program ini.
Kerja sama seperti ini diharapkan mampu mendukung percepatan penurunan angka stunting di Gorontalo, sekaligus memperkuat kesadaran bersama akan pentingnya investasi gizi bagi masa depan anak-anak.
Ia menambahkan bahwa langkah turun langsung ke masyarakat merupakan bagian dari komitmen BKKBN dalam memperkuat program Bangga Kencana sekaligus mendekatkan layanan gizi dan edukasi ke tingkat desa secara berkelanjutan.
Baca juga: Dua Daerah di Gorontalo Berstatus Tanggap Darurat KLB Malaria, Aktivitas Tambang Ilegal Disorot
Prevelensi Stunting di Gorontalo
Upaya penanggulangan stunting di Gorontalo mulai menunjukkan hasil positif. Berdasarkan data Survei Status Gizi Indonesia (SSGI) Tahun 2024, prevalensi stunting di Provinsi Gorontalo berhasil turun dari 26,9% pada tahun 2023 menjadi 23,8% pada 2024.
Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Gorontalo, Anang S. Otoluwa, menyampaikan bahwa penurunan ini merupakan hasil dari kolaborasi lintas sektor, penguatan edukasi masyarakat, serta pemerataan akses terhadap layanan gizi dan kesehatan di tingkat desa.
Capaian ini menjadi motivasi untuk terus memperkuat intervensi gizi spesifik dan sensitif, serta memperluas jangkauan program.
Seperti pemberian makanan tambahan, edukasi pola asuh, dan kampanye hidup sehat demi mewujudkan generasi Gorontalo yang sehat dan bebas stunting.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Liputan