Kamis, 03 JULI 2025 • 17:24 WIB

Satgas Efisiensi Pertama di Indonesia Terbentuk di Kota Gorontalo

Author

Ilustrasi efisiensi anggaran (Istimewa)

GORONTALO - Kota Gorontalo baru saja mencatat sejarah. Pemerintah kota ini jadi yang pertama di Indonesia membentuk satuan tugas khusus untuk urusan efisiensi dalam birokrasi. Namanya Satgas Efisiensi. 

Langkah ini diambil sebagai respons cepat atas Instruksi Presiden Nomor 1 Tahun 2025 yang menekankan pentingnya efisiensi dalam penyelenggaraan pemerintahan.

Apa tugas Satgas Ini?

Satgas ini resmi dibentuk lewat Surat Keputusan Wali Kota Nomor 252/4/VII/2025, dan mulai aktif bekerja sejak Juli 2025. 

Baca juga: Pengemis 'Sultan' di Gorontalo Diamankan Satpol PP, Uang Rp5,7 Juta Hasil Ngemis Sebulan Juga Disita

Tugas mereka? Mulai dari menyusun peta jalan efisiensi lintas sektor, mengaudit belanja dan program, sampai membangun pola kerja birokrasi yang lebih hemat, tepat sasaran, dan tentunya berintegritas.

Berangkat dari nilai-nilai lokal

Walikota Gorontalo, Adhan Dambea, menekankan bahwa pembentukan Satgas ini bukan sekadar urusan administratif, tapi bagian dari upaya serius membangun mentalitas baru di tubuh birokrasi.

“Efisiensi bukan hanya soal pemangkasan, tapi tentang etos melayani. Dalam tradisi Gorontalo, kita diajarkan hidup mola’ilo, membelanjakan sebagian dan menyimpan sebagian, demi keberlanjutan,” tegas Adhan.

Baca juga: Walikota Gorontalo Turunkan Pajak Usaha Walet, Ini 5 Hal yang Perlu Dicatat

Tak cuma itu, Adhan juga menyoroti pentingnya nilai motulidu atau lurus dalam kata, tindakan, dan prinsip mo bu’ade atau bubu’ade yang artinya saling terbuka. 

Menurutnya, itu semua adalah dasar dari kejujuran dan transparansi yang seharusnya hidup dalam birokrasi.

"Itu harus jadi semangat kerja kita semua," ujarnya.

Siapa saja Satgas Efisiensi?

Yang ditunjuk memimpin Satgas ini adalah Kepala Badan Keuangan Daerah, Nuryanto. Tim ini diperkuat oleh perwakilan dari berbagai lembaga, mulai dari Bapppeda, Inspektorat, Bagian Organisasi, sampai akademisi dan tokoh masyarakat.

Mendapat tugas ini, Nuryanto bilang satgas ini bukan cuma alat teknis semata, tapi ruang konsolidasi untuk gerakan perubahan yang nyata.

“Kami ingin efisiensi tidak hanya terjadi di atas kertas, tetapi menjadi bagian dari perilaku ASN sehari-hari, yang hemat, akuntabel, dan bertanggung jawab secara sosial," ujarnya.

"Dalam istilah Gorontalo, semangat itu bisa kita sebut sebagai tuha-tuhata atau bekerja secara efisien dan tepat guna, tanpa mengabaikan nilai,” jelas Nuryanto.

Langsung kejar target

Ada lima prioritas utama yang langsung dikebut Satgas ini. Dari memangkas kegiatan seremonial yang dianggap kurang berdampak, menyatukan sistem informasi antar-OPD supaya tidak boros digital, sampai mengevaluasi perjalanan dinas agar betul-betul relevan dan berguna.

Baca juga: Kota Gorontalo Terapkan Aturan Satu Jam Tanpa Gadget Bagi Orang Tua dan Siswa

Yang tidak kalah penting, mereka juga akan memastikan pengadaan barang dan jasa sesuai prinsip value-for-money, dan menanamkan budaya kerja yang menghidupkan nilai-nilai lokal dalam keseharian birokrasi.

Akan libatkan publik

Menariknya, Satgas Efisiensi ini juga akan melibatkan publik. Jadi bukan cuma kerja internal pemerintah, tapi membuka ruang partisipasi masyarakat dalam menyusun strategi dan memantau implementasi. Harapannya, efisiensi ini bisa jadi gerakan kolektif, bukan cuma proyek satu arah.

Hasil kerja Satgas nantinya akan dijadikan dasar dalam penyusunan RAPBD 2026, termasuk pembaruan indikator kinerja organisasi perangkat daerah. 

Bahkan, Walikota juga sudah menginstruksikan agar segera disusun regulasi khusus sebagai pedoman teknis efisiensi untuk semua perangkat daerah.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Pemkot Gorontalo

Author
TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU