Wali Kota Gorontalo, Adhan Dambea (Humas Pemkot Gorontalo)
GORONTALO – Maraknya kasus pelecehan seksual yang melibatkan anak usia sekolah di Kota Gorontalo memicu reaksi keras dari pemerintah daerah.
Wali Kota Gorontalo, Adhan Dambea, memberikan instruksi tegas kepada seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait untuk memperketat pengawasan terhadap penggunaan ponsel pintar (handphone) di kalangan generasi muda.
Peringatan ini disampaikan menyusul terungkapnya kasus asusila yang diduga melibatkan siswa Sekolah Menengah Pertama (SMP) sebagai terduga pelakunya.
Baca juga: 4 Panduan Cerdas Belanja Aman di Minimarket Agar Tidak Rugi
Dalam rapat koordinasi dan evaluasi (Rakorev) yang berlangsung di Bandhayo Lo Yiladia (BLY) pada Rabu (25/3/2026), Adhan Dambea tidak dapat menyembunyikan kegeramannya.
Ia menilai kemajuan teknologi digital yang tidak terawasi telah menjadi bumerang bagi moralitas anak bangsa.
"Belum lama ini ada kasus pelecehan yang terduga pelakunya siswa SMP. Ini harus jadi perhatian kita semua, terutama OPD terkait," tegas Adhan.
Baca juga: Tetap Waras Tanpa Boros: 6 Strategi Self-Care Efektif yang Sepenuhnya Gratis
Ia menegaskan bahwa akar masalah dari tindakan menyimpang tersebut sering kali bermula dari apa yang diakses anak-anak melalui genggaman mereka.
"Karena pemicunya dari penyalahgunaan Handphone," katanya.
Sebagai langkah konkret, Pemerintah Kota Gorontalo akan menjadikan isu pengawasan gadget sebagai materi utama dalam agenda Ron Kelurahan yang dijadwalkan usai perayaan Lebaran Ketupat nanti.
Adhan meminta para lurah untuk memastikan kehadiran masyarakat luas agar edukasi ini tersampaikan secara efektif kepada para orang tua.
Selain itu, instansi teknis seperti DPPKBP3A diminta untuk bergerak lebih masif di lapangan.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Pemkot Gorontalo