GORONTALO – Gerbong birokrasi Pemerintah Provinsi Gorontalo resmi bergerak.
25 Pejabat Pimpinan Tinggi Pratama resmi dilantik Gubernur Gorontalo, Gusnar Ismail, di Ruang Dulohupa, Senin, 12 Desember 2026.
Pelantikan ini menjadi tonggak awal implementasi struktur organisasi dan tata kerja (SOTK) terbaru yang dirancang untuk mengawal visi-misi pembangunan Gorontalo hingga tahun 2029.
Gubernur Gorontalo, Gusnar Ismail, menegaskan bahwa pengisian jabatan ini tidak dilakukan secara instan.
Pemprov Gorontalo kini menerapkan sistem manajemen talenta yang menitikberatkan pada kompetensi murni hasil asesmen ketat.
"Kita melakukan pemetaan yang presisi agar setiap posisi diisi oleh orang yang tepat," jelas Gusnar.
Ia pun sempat menyampaikan permohonan maaf kepada para ASN terkait keterlambatan administrasi penggajian akibat proses penataan organisasi ini.
Baca juga: Gorontalo Masuk Top 10 Daerah dengan Persentase Penduduk Miskin Tertinggi Tahun 2025
Menurutnya, transisi ini adalah langkah penting demi memastikan roda pemerintahan berjalan lebih optimal dan transparan di masa depan.
Meski sebagian besar pos utama telah terisi, Gusnar mengonfirmasi masih ada enam jabatan yang saat ini dipimpin oleh pelaksana tugas karena masih menunggu hasil asesmen lanjutan.
Posisi tersebut meliputi empat biro (Umum, Pemkesra, Organisasi, dan Ekbang) serta dua dinas penting, yaitu Dinas Kominfo dan Inspektorat.
Di sisi lain, beberapa instansi seperti Kesbangpol, Dinas Nakertrans, dan Dinas PUPRPKP tidak mengalami perubahan personel karena nomenklatur organisasinya tetap stabil.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Pemprov Gorontalo