GORONTALO – Standar kebersihan dan kesehatan operasional di Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Desa Hungayonaa, Kecamatan Tilamuta, Kabupaten Boalemo, mendapat sorotan.
Wakil Gubernur Gorontalo, Idah Syahidah bersama Tim Satgas MBG melakukan inspeksi mendadak di SPPG tersebut, Rabu pagi, 17 Desember 2025.
Tim meninjau seluruh alur pengolahan makanan, mulai dari dapur, proses memasak, pemorsian, hingga gudang bahan baku.
Baca juga: Kebakaran di Kota Gorontalo: Ketegaran 51 Jiwa, Doa Pasangan Tunarungu, dan Keajaiban Brankas
Hasilnya, ditemukan sejumlah besar catatan kritis yang menunjukkan bahwa standar higienitas di SPPG Hungayonaa masih jauh dari ideal.
"Ada beberapa temuan yang harus diperbaiki. Ini penting agar MBG benar-benar sehat untuk anak-anak kita dan tidak menimbulkan hal-hal yang tidak kita inginkan bersama,” kata Idah.
SPPG Hungayonaa melayani total 2.859 porsi makanan setiap hari untuk berbagai jenjang usia, termasuk porsi kecil untuk PAUD, TK, dan SD yang didistribusikan sangat pagi.
Baca juga: Waspada Hujan Sedang! Prospek Cuaca Gorontalo Jelang Nataru 19-22 Desember
Meski demikian, fasilitas pendukung higienitas ditemukan bermasalah serius:
Wastafel di area pemorsian dan pengolahan tidak layak karena tidak dilengkapi air mengalir, sabun, hand dryer, maupun tisu.
Lebih lanjut, petugas kedapatan mencuci tangan di area yang seharusnya hanya digunakan untuk pengelolaan bahan baku.
Baca juga: Sejarah Baru, RSUD Aloei Saboe Gorontalo Sukses Gelar Bedah Jantung Terbuka Perdana
Kemudian suhu ruang pengolahan terukur ekstrem, mencapai 44 derajat Celsius, yang dinilai dapat mengganggu kualitas dan keamanan pangan.
Terakhir tata letak ruangan bermasalah. Posisi toilet berada tepat di depan area pencucian piring. Selain itu, penyimpanan sampah masih ditemukan bercampur dengan area bahan makanan mentah.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Pemprov Gorontalo