GORONTALO – Siang bolong di penghujung tahun, seketika berubah menjadi tragedi kebakaran di permukiman padat Jalan Madura, Kelurahan Dulalowo, Kota Gorontalo, Selasa, 16 Desember 2025.
Kobaran api yang cepat melahap dua rumah hingga ludes tidak hanya menyisakan puing, tetapi juga menguji ketegaran 51 jiwa yang kehilangan tempat tinggal.
Di tengah kengerian itu, cerita tentang kepasrahan, ketidakberdayaan, dan keajaiban kecil hadir silih berganti.
Baca juga: Waspada Hujan Sedang! Prospek Cuaca Gorontalo Jelang Nataru 19-22 Desember
Camat Kota Tengah, Sutami Suratinoyo, yang langsung berada di lokasi, membenarkan bahwa peristiwa yang bermula sekitar pukul 13.00 Wita itu berdampak pada 16 Kepala Keluarga.
"Awalnya kami menerima laporan ada dua rumah yang terbakar. Karena jaraknya berdekatan, api kemudian merambat ke beberapa rumah di sekitarnya," kata Sutami.
Data yang dihimpun menunjukkan kerentanan para korban: terdapat dua lansia (salah satunya penderita stroke), sepasang suami istri penyandang disabilitas, serta empat balita.
Baca juga: Dituding Sebar Kebohongan Soal Psikologi Mahasiswa, Rektor UMGO Resmi Dipolisikan
Sebagian besar kini mengungsi ke rumah tetangga atau ditampung di lokasi sementara yang disiapkan pemerintah.
Kisah paling menyentuh datang dari Ferlan Ibrahim dan Rahayu Liando, pasangan suami istri penyandang tunarungu yang nyaris menjadi korban.
Mereka berada di kamar lantai dua, menyuapi dua balita mereka, tepat saat api mulai mengamuk di luar.
Karena keterbatasan pendengaran, teriakan panik warga di luar sama sekali tidak mereka sadari. Warga akhirnya mendobrak pintu kamar dan mendapati pasangan itu masih di dalam.
Melalui penerjemah bahasa isyarat, Yusril Limbanadi, pasangan itu menyampaikan momen mencekam.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Wawancara