GORONTALO – Gubernur Gorontalo, Gusnar Ismail, memastikan bahwa potensi tsunami akibat gempa bumi berkekuatan magnitudo 8,7 yang terjadi di wilayah Kamchatka, Rusia, tidak berdampak di wilayah Gorontalo.
“Di bagian selatan Gorontalo maupun Laut Sulawesi di bagian utara Anggrek, Kwandang, dan sekitarnya, tidak terjadi tsunami sebagai dampak dari gempa di Rusia," kata Gusnar.
Pernyataan ini disampaikan Gusnar saat memantau situasi melalui Zoom Meeting bersama Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG).
Baca juga: Sejumlah Wilayah di Indonesia Alami Kenaikan Muka Air Laut Usai Gempa Rusia, di Gorontalo Nihil
Pemantauan dilakukan hingga pukul 17.32 WITA untuk memastikan perkembangan terbaru.
"Sekarang kami masih tetap menunggu pengumuman resmi dari BMKG di mana potensi tsunami itu dinyatakan berakhir,” sambungnya.
Sebelumnya, BMKG merilis peringatan dini tsunami yang menyebut Gorontalo sebagai salah satu wilayah yang berpotensi terdampak dengan estimasi waktu sekitar pukul 16.39 WITA.
Baca juga: Kota Gorontalo Bestatus Waspada Tsunami, Warga Mengungsi ke Markas TNI AL
Namun hingga lebih dari satu jam setelah waktu yang diperkirakan, tidak terjadi tanda-tanda adanya tsunami.
“Kita doakan bersama mudah-mudahan tidak terjadi,” ujar Gusnar.
Gusnar juga mengimbau masyarakat untuk tetap tenang namun waspada, sembari menunggu pengumuman resmi pencabutan peringatan dari BMKG.
Baca juga: Status Waspada Potensi Tsunami di Kota Gorontalo Masih Berlaku
Ia meminta agar warga tidak terpengaruh informasi yang tidak valid dan tetap mengikuti arahan dari pihak berwenang.
Dari laporan pemantauan BMKG, beberapa daerah yang masuk zona peringatan tsunami seperti Papua dan Papua Barat memang menunjukkan adanya kenaikan muka air laut, namun dalam skala kecil, yaitu sekitar 0,2 meter.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Pemprov Gorontalo