GORONTALO - Banyak warga Kota Gorontalo yang mengungsi usai peringatan potensi tsunami dikeluarkan BMKG.
Markas TNI AL Gorontalo menjadi salah satu lokasi pengungsian warga.
Warga yang mengungsi ke markas TNI AL Gorontalo kebanyakan berasal dari Kelurahan Leato Selatan, Kota Gorontalo.
Baca juga: Status Waspada Potensi Tsunami di Kota Gorontalo Masih Berlaku
Komandan Pangkalan TNI AL Gorontalo, Letkol Laut Hanny Chandra Sukmana, mengatakan warga terus berdatangan sejak pagi tadi.
Para pengungsi yang berjumlah 80 lebih jiwa ditempatkan di gedung Asangi milik TNI AL Gorontalo.
"Yang mengungsi sudah mencapai 80-an jiwa dan masih terus berdatangan sejak pagi tadi," jelas Hanny.
Baca juga: Pemerintah Imbau Warga Gorontalo Tak Panik dengan Potensi Tsunami
Sejak pagi tadi, TNI AL Gorontalo bersama BPBD Provinsi Gorontalo telah mengimbau masyarakat agar tenang dan tetap waspada.
Warga diminta untuk tidak mendekati lokasi pantai selama status waspada belum dicabut BMKG.
"Kami sudah menyiapkan pusat komando untuk mendukung penanganan bencana," ungkap Hanny.
Baca juga: Kejari Kabupaten Gorontalo Musnahkan Barang Bukti Tindak Pidana Inkrah
Kepala Pelaksana BPBD Provinsi Gorontalo, Bambang Trihandoko, bilang proses evakuasi telah berlangsung satu jam sebelum waktu yang diprediksi BMKG.
Namun, proses evakuasi akan terus dilakukan sampai dengan dua jam setelah estimasi waktu kedatangan tsunami.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Liputan