GORONTALO — Langkah Brasil di fase gugur Piala Dunia 2026 akan langsung diuji oleh kekuatan wakil Asia, Jepang, Selasa, 30 Juni 2026.
Duel yang bisa dibilang bertajuk sang raja vs kuda hitam akan berlangsung pukul 00.00 WITA di Houston Stadium, Texas, Amerika Serikat.
Menjelang duel penentu tersebut, bek Brasil, Marquinhos, menegaskan bahwa atmosfer turnamen kini sudah memasuki babak baru.
Baca juga: Jepang Tanpa Takefusa Kubo saat Lawan Brasil di Babak 32 Besar Piala Dunia 2026
Ia menilai fase penyisihan grup hanyalah pemanasan dan pertarungan sesungguhnya dengan tensi tinggi baru saja dimulai.
"Besok kami akan menghadapi Jepang di babak 32 besar, dan kami telah menganalisis mereka dengan sangat cermat. Kami akan mencoba menetralisir kekuatan mereka. Besok kompetisi yang baru dimulai; babak penyisihan grup telah berakhir, dan sekarang babak gugur dimulai. Kami menjuarai grup kami, yang merupakan tujuan pertama kami, dan sekarang detail-detail kecil akan menjadi sangat penting," kata Marquinhos pada konferensi pers.
Kewaspadaan tinggi ini bukan tanpa alasan mengingat Brasil sempat menelan pil pahit saat bersua lawan yang sama tahun lalu.
Baca juga: Info Layanan Kantor BPOM Gorontalo Lengkap dengan Prosedur Pendaftarannya
Kekalahan tipis 3-2 dalam laga uji coba masa lalu itu ternyata menjadi pukulan telak yang justru mengubah cetak biru permainan Brasil.
Marquinhos mengakui hasil minor tersebut memberikan pelajaran berharga yang memaksa timnya untuk berbenah secara total.
"Itu adalah pengalaman belajar bagi kami; semua yang telah kami lalui dalam beberapa tahun terakhir telah membawa kami ke titik ini. Kami belajar sesuatu dari pertandingan itu, dan sejak saat itu kami terus berkembang, berubah, serta tumbuh sebagai sebuah tim," ujarnya.
Baca juga: Cemburu Berujung Penganiayaan di Pohuwato, Pelaku Ditangkap Kurang dari Satu Jam
Sinyal positif kini mulai terlihat seiring dengan kokohnya lini belakang Brasil yang belum kebobolan dalam dua laga pamungkas.
Ketangguhan taktik tersebut sukses mereka pertahankan saat meredam agresivitas lini serang Haiti maupun Skotlandia.
Perubahan gaya main yang lebih rapat ini diakui sebagai buah dari kejeniusan strategi yang diterapkan oleh sang pelatih, Carlo Ancelotti.
"Penyesuaian yang dilakukan Ancelotti telah meningkatkan kualitas pemain yang kami miliki dalam skuad. Ketika Anda bermain lebih kompak, Anda akan berkembang. Ini adalah sesuatu yang akan memberi kami hasil positif. Kami bertahan dengan sangat baik dan solid, dan faktor-faktor tersebut telah meningkatkan kami sebagai sebuah tim," tuturnya.
Meski diunggulkan di atas kertas, Marquinhos tetap meminta rekan-rekannya untuk menjaga fokus penuh selama 90 menit pertandingan.
Ia tidak ingin meremehkan kekuatan Jepang karena peta persaingan sepak bola modern saat ini dinilai sudah jauh lebih merata.
Apalagi, sejarah mencatat sudah banyak tim raksasa dunia yang harus angkat koper lebih cepat akibat terjungkal oleh tim non-unggulan.
"Saya sangat menghormati Jepang dan juga pekerjaan kami. Saya pikir sepak bola menjadi jauh lebih setara. Di Piala Dunia baru-baru ini, kita telah melihat tim-tim hebat kalah dari tim yang mungkin tidak dianggap sebagai tim papan atas. Semua tim, bahkan yang paling sederhana sekalipun, bisa menciptakan kejutan," pungkasnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Mundo Deportivo