GORONTALO — Kontras performa dua megabintang lapangan hijau, Lionel Messi, dan Cristiano Ronaldo menjadi hiasan utama dalam ketatnya persaingan fase grup Piala Dunia 2026.
Ketika Lionel Messi terus menari menciptakan rekor gol baru, rival abadinya, Cristiano Ronaldo justru tampak kesulitan menemukan sentuhan terbaiknya.
Cristiano Ronaldo yang Terisolasi dan Mandul di Lini Depan Portugal
Sorotan tajam tertuju pada penampilan melempem Ronaldo saat membela Portugal menghadapi ketatnya pertahanan Kolombia.
Baca juga: Fase Grup Rampung, Ini Daftar Tim Lolos ke 32 Besar Piala Dunia 2026
Laga pamungkas Grup K di Hard Rock Stadium tersebut harus berakhir anti-klimaks dengan skor kacamata tanpa gol.
Tampil penuh sepanjang waktu normal, penyerang legendaris berusia 41 tahun itu terisolasi dan jarang mendapatkan suplai bola matang.
Statistik mencatat ia hanya menyentuh bola sebanyak 35 kali dengan hanya dua kali penetrasi di area terlarang lawan.
Baca juga: Mengapa 23 Juli Diperingati sebagai Hari Tanpa TV Nasional? Ini Sejarah dan Tujuannya
Dari seluruh upayanya, sang kapten tercatat cuma melepaskan satu sepakan akurat yang lahir melalui skema tendangan bebas.
Hingga berakhirnya babak penyisihan, pundi gol Ronaldo mandek di angka dua gol yang semuanya dicetak saat melumat Uzbekistan lima gol tanpa balas.
Magis Kilat Lionel Messi dari Bangku Cadangan Argentina
Pemandangan yang berbanding terbalik justru dipertontonkan oleh Lionel Messi bersama sang juara bertahan Argentina.
Baca juga: Deretan Hari Penting Nasional dan Internasional Bulan Juli yang Wajib Dicatat
Turun dari bangku cadangan, sang maestro sukses menggenapkan koleksi golnya yang keenam saat melibas Yordania di Dallas dengan skor 3-1.
Pelatih Aegentina, Lionel Scaloni sengaja menyimpan Messi di babak pertama demi melakukan rotasi besar-besaran karena tiket kelolosan sudah aman.
Sebelum Messi masuk, Albiceleste sudah unggul lewat lesatan free kick Giovani Lo Celso dan eksekusi penalti Lautaro Martinez.
Yordania sempat memperkecil kedudukan sesaat setelah jeda lewat serangan balik cepat yang diselesaikan oleh Mousa Altamari.
Kehadiran Messi di sisa setengah jam laga langsung mengubah atmosfer permainan dan mematikan momentum kebangkitan lawan.
Melalui eksekusi bola mati yang melesat tajam pada menit ke-80, sang kapten sukses mengunci kemenangan sekaligus mencetak rekor baru.
Gol indah tersebut mengukuhkan namanya sebagai pemain pertama yang selalu mencetak gol dalam tujuh laga Piala Dunia secara beruntun.
Hebatnya, enam gol Messi di fase grup ini lahir dari hattrick ke gawang Aljazair, brace kontra Austria, dan satu gol penutup melawan Yordania.
Capaian fantastis ini menempatkan Messi sendirian di puncak daftar top skor sementara dalam perburuan gelar sepatu emas.
Ia kini unggul dua gol di depan barisan penyerang muda dunia seperti Kylian Mbappe, Erling Haaland, Vinicius Junior, dan Ousmane Dembele.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Berbagai Sumber